LombokPost - Gelandang AC Milan Luka Modric memang tak lagi muda, usianya sudah 41 tahun.
Dalam sistem 3-4-2-1 milik pelatih AC Milan Ruben Amorim, Luka Modric juga tampak kesulitan.
Tapi AC Milan harus cerdas, tidak boleh menyia-nyiakan bakat Kroasia ini dengan cara seperti itu.
Baca Juga: Sadarlah Ruben Amorim, Ini Skuad Terbaik AC Milan
Dia mungkin kesulitan dalam formasi 3-4-2-1, tetapi Ruben Amorim sebagai pelatih harus mencari cara untuk memanfaatkannya secara efektif.
Ruben Amorim perlu berpikir bagaimana peran Luka Modric disesuaikan dengan kebutuhan lini tengah dalam sistem baru AC Milan.
Misalnya, harus diakui, kini Luka Modric lebih kesulitan ketika bermain dalam duet gelandang.
Baca Juga: AC Milan Wajib Turunkan Tim Terbaik untuk Kalahkan Lecce
Dia tampak lebih maksimal saat berada dalam struktur tiga gelandang musim sebelumnya, saat AC Milan masih dilatih Massimiliano Allegri.
Punya pemain sekreatif Luka Modric, tapi tak bisa memaksimalkannya jelas bukanlah hal yang cerdas.
Masalahnya kini, Ruben Amorim adalah tipe pelatih yang sangat menyukai komposisi taktik andalannya, 3-4-2-1 dengan dua gelandang.
Baca Juga: Goncalo Ramos Melempem, Francesco Camarda Belum Dipercaya, Victor Gyokeres Diincar AC Milan
Hal inilah yang harus dicarikan titik temu, mencarikan posisi yang pas bagi Luka Modric agar bisa maksimal mengatur tempo bagi skuad AC Milan.
Mungkin dengan menambah gelandang, atau mencari gelandang pengangkut air yang mau dan sanggup bekerja keras di lini tengah, atau malah menjadikan Luka Modric super sub saat AC Milan mulai nyaman memegang bola.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Lombok Post