LombokPost - Ruben Amorim memberi pandangannya tentang cara dia mengelola AC Milan.
"Saya tidak bisa mengulangi kesalahan saya dari Manchester United. Jika kami tidak memiliki karakteristik untuk bermain dengan cara tertentu, kami harus beradaptasi," tegas pelatih AC Milan Ruben Amorim.
Pernyataan ini menegaskan Ruben Amorim lebih bersikap terbuka, tidak terpaku pada satu formasi atau pola tertentu.
Baca Juga: Sebanyak 15 Pemain AC Milan Dipanggil Negaranya Masing-masing untuk Jeda Internasional
Terkait hal tersebut, bek AC Milan Koni De Winter secara tak langsung mengiyakan apa yang dilakukan pelatih AC Milan Ruben Amorim.
"Kami memulai dengan empat bek untuk memungkinkan Samuel Chukwueze bermain di peran yang lebih menyerang," ujarnya terkait taktik AC Milan saat menghadapi Lecce.
"Hal itu berjalan dengan baik, kami mengontrol pertandingan dan menang," tegas Koni De Winter.
Baca Juga: Variasi Formasi Tak Biasa AC Milan Terbukti Manjur, 3-4-2-1 Jadi 4-2-3-1
Taktik, atau setidaknya pemilihan pemain Ruben Amorim memang sangat fleksibel, pemain AC Milan Diego Moreira yang beberapa kali dimainkan di sejumlah posisi berbeda, bek sayap kiri, bek sayap kanan, bahkan gelandang serang sisi kiri.
Kemudian Alexis Saelemaekers yang musim lalu jadi wingback kanan, kini difokuskan untuk gelandang serang sebelah kiri AC Milan.
Saat kontra Lecce, Pervis Estupinan ditarik lebih ke belakang, membuat formasi AC Milan berubah menjadi skema empat bek.
Baca Juga: Situasi Tak Biasa AC Milan, Topskor Malah Bukan Striker, tapi Pemain yang Sering Dicadangkan
Kemudian Samuel Chukwueze malah disorong lebih ke depan, membentuk trio gelandang AC Milan bersama Christian Pulisic dan Alexis Saelemaekers.
Majunya Samuel Chukwueze menyisakan Luka Modric dan Adrien Rabiot menjaga kedalaman di lini tengah AC Milan.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Lombok Post Online