LombokPost- Cristiano Ronaldo punya cara tersendiri menghadapi kritik. Alih-alih mengabaikan komentar negatif, megabintang asal Portugal itu justru menjadikannya sebagai bahan bakar untuk terus berkembang. Mentalitas tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat Ronaldo mampu menjaga ambisi dan performanya hingga usia 41 tahun.
Pengakuan itu disampaikan mantan rekan setimnya di Manchester United (MU) Rio Ferdinand. Menurut Ferdinand, Ronaldo selalu berusaha mengetahui komentar negatif yang diarahkan kepadanya. Kritik tersebut kemudian dipikirkan dan dimanfaatkan sebagai motivasi untuk membuktikan kualitasnya.
Mentalitas Cristiano Ronaldo itu kembali menjadi sorotan seiring ambisinya mengejar 1.000 gol sepanjang karir profesional. Penyerang Al Nassr tersebut disebut hanya membutuhkan 19 gol lagi untuk mencapai tonggak bersejarah tersebut.
Baca Juga: Jamie Carragher Prediksi Manchester United Bakal Terjun ke Zona Degradasi
Meski telah mengoleksi lima penghargaan Ballon d'Or dan lima gelar Liga Champions, Ronaldo tetap menjadi sasaran kritik. Bahkan, sikapnya terhadap sejumlah pengkritik, termasuk mantan pemain yang pernah merumput bersamanya, sempat menjadi perhatian publik.
Ambisi mencetak 1.000 gol menjadi salah satu gambaran kuat mengenai karakter Ronaldo. Dalam acara Sports Breakfast Show, Ferdinand membahas mentalitas mantan rekannya itu setelah Ally McCoist menyebut Ronaldo akan terobsesi untuk mencapai angka tersebut. Ferdinand sepakat bahwa obsesi merupakan bagian penting dari perjalanan karier Ronaldo. Namun, menurut dia, ambisi sang megabintang tidak sebatas mengejar jumlah gol.
Ronaldo juga berusaha menjaga kondisi fisik, mempertahankan performa, dan meninggalkan jejak dalam sejarah sepak bola. Semua itu menjadi bagian dari keinginannya untuk dikenang sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Baca Juga: Manchester City Lolos, Misi Pertahankan Gelar Carabao Cup Berlanjut
"Ya, dia akan terobsesi untuk mencapai 1.000 gol. Menurut saya, itu kata kunci yang tepat untuk menggambarkan dirinya," kata Ferdinand, dikutip dari talkSPORT.
"Orang bisa membicarakan kemampuan dan ketajamannya mencetak gol. Namun, dia terobsesi untuk berada dalam kondisi terbaik, menjadi yang terbaik, mencetak gol sebanyak mungkin, serta meninggalkan jejak dalam permainan agar dikenang sebagai legenda," lanjutnya.
Ambisi tersebut membuat perjalanan Ronaldo terus menarik perhatian. Pada usia 41 tahun, ia masih memburu rekor gol yang akan menjadi pencapaian besar dalam karirnya. Menurut Ferdinand, Ronaldo bukan tipe pemain yang membiarkan komentar negatif berlalu begitu saja. Ia akan mencari tahu siapa yang menyampaikan kritik, memikirkan isi komentar tersebut, kemudian menjadikannya dorongan untuk terus membuktikan diri.
Baca Juga: Lazio Pesta Gol 6-2, Roma dan Como Menang Dramatis
"Dia akan mengetahui jika seseorang mengatakan sesuatu tentang dirinya yang sedikit menyimpang atau bernada negatif. Dia akan mencari tahu, memikirkannya, lalu menggunakan hal itu sebagai bahan bakar. Terkadang, orang bisa memanfaatkan hal itu untuk menyerangnya," ujar Ferdinand.
Pandangan Ferdinand memberikan gambaran mengenai sisi lain mentalitas Cristiano Ronaldo. Di balik prestasi dan koleksi trofinya, dorongan untuk terus membuktikan kemampuan menjadi bagian dari motivasi yang menjaga ambisinya.
Namun, sikap Ronaldo terhadap kritik juga beberapa kali menjadi sorotan. Sejumlah mantan pemain dan pengamat sepak bola pernah merasakan respons dingin setelah menyampaikan penilaian negatif terhadap sang penyerang.
Baca Juga: Muak! Legenda MU Paul Scholes Semprot Bruno Fernandes: Pergi Saja ke Arab Saudi!
Pada periode keduanya bersama Manchester United, Ronaldo pernah mengabaikan Gary Neville ketika mantan bek MU itu menyapanya sebelum pertandingan melawan West Ham United. Saat itu, Ronaldo justru menyambut Louis Saha dan Jamie Redknapp.Sebelumnya, Neville mengkritik perilaku Ronaldo yang berjalan menuju lorong stadion lebih awal dan menolak masuk sebagai pemain pengganti ketika MU menghadapi Tottenham Hotspur.
Jamie Carragher juga pernah mendapat perlakuan serupa. Mantan bek Liverpool tersebut sebelumnya menyarankan agar Ronaldo dijual pada bursa transfer musim panas.Dalam siaran Sky Sports menjelang pertandingan Manchester United melawan Liverpool, Ronaldo tidak menjabat tangan Carragher, meski menyapa Neville dan Roy Keane.
Rangkaian kejadian tersebut memperlihatkan bahwa hubungan Ronaldo dengan para pengkritiknya tidak selalu berjalan mulus. Meski demikian, Ferdinand menilai respons terhadap kritik merupakan bagian dari karakter kompetitif sang megabintang.
Baca Juga: Janji Palsu Ferguson Terbongkar, Carlos Tevez Buka Suara Alasan Membelot ke Man City
Ferdinand, yang bermain bersama Ronaldo selama enam tahun di Manchester United dan meraih sembilan trofi bersamanya, menilai kemampuan teknis saja tidak cukup untuk membawa seorang pemain mencapai level tertinggi. Menurut dia, pemain juga membutuhkan motivasi mental yang kuat untuk terus berkembang. Dorongan tersebut membantu mereka menjaga disiplin, menghadapi tekanan, dan mempertahankan standar permainan.
"Ini bukan hanya soal menjadi pesepak bola hebat. Anda harus menemukan sesuatu yang memotivasi secara mental dan mendorong Anda untuk menjadi yang terbaik setiap hari. Itulah yang dilakukan Ronaldo," tutur Ferdinand.
Bagi Ferdinand, mentalitas seperti itu bisa menjadi pelajaran bagi pemain muda yang ingin mencapai level tertinggi. Kritik tidak harus selalu menjadi penghambat, tetapi dapat dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan.
Baca Juga: Megah dan Futuristik, Generali Stadium Markas Baru AC Milan dan Inter Milan Pengganti San Siro
Kini, ambisi Cristiano Ronaldo mengejar 1.000 gol menjadi babak berikutnya dalam perjalanan kariernya. Di tengah usia yang terus bertambah dan sorotan yang tidak pernah surut, Ronaldo tetap berusaha menjaga performa serta membuktikan kualitasnya. Bagi sang megabintang, kritik dan target 1.000 gol seolah berjalan beriringan. Keduanya menjadi bagian dari dorongan untuk terus bersaing dan mempertahankan namanya di panggung sepak bola dunia.
Editor : Kimda FaridaSumber : Bola.com