Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Erik ten Hag Semprot Cristiano Ronaldo: Merasa Lebih Besar dari Klub dan Portugal

I
Penulis: Ivan.Mardiansyah❯
Erik ten Hag sebut Cristiano Ronaldo buat Portugal tersandera. CR7 dinilai merasa lebih besar dari klub dan negara.
Erik ten Hag sebut Cristiano Ronaldo buat Portugal tersandera. CR7 dinilai merasa lebih besar dari klub dan negara.

Advertisement

 

LombokPost- Kritik tajam kembali mengarah kepada megabintang Cristiano Ronaldo. Mantan pelatihnya, Erik ten Hag, mengungkapkan kekesalan mendalam terhadap sikap dan perilaku Cristiano Ronaldo yang dinilai kian merugikan tim, baik di level klub maupun di panggung internasional bersama Timnas Portugal.

Erik ten Hag menilai bahwa sikap yang ditunjukkan Cristiano Ronaldo belakangan ini sudah melewati batas profesionalisme. Menurut pelatih asal Belanda tersebut, Cristiano Ronaldo bertindak seolah-olah dirinya lebih besar daripada klub dan negara yang saat ini dibelanya, padahal dalam sepak bola kelompok dan keutuhan tim adalah hal yang paling utama.

Advertisement

Isu mengenai penurunan performa Cristiano Ronaldo memang menjadi sorotan publik. Erik ten Hag menjelaskan bahwa di level tim nasional, pemain yang sudah berusia tua mungkin masih bisa memainkan peran tertentu. Namun, untuk kompetisi klub tingkat tinggi seperti Liga Champions (UCL), situasi seperti itu sudah sangat sulit untuk terlihat lagi.

Penyebab utamanya tidak lain adalah faktor usia yang tidak bisa dilawan oleh atlet mana pun. Ketika seorang pesepak bola mencapai usia 35 atau 36 tahun, pada dasarnya masa kejayaannya sudah berakhir. Memang ada pengecualian untuk beberapa nama besar, tetapi pada akhirnya faktor usia akan tetap mengejar semua orang, termasuk sosok bintang sekelas Cristiano Ronaldo.

Advertisement

Dampak dari situasi ini dinilai Erik ten Hag sangat merugikan bagi kemajuan sepak bola negaranya. Sekarang, keberadaan Cristiano Ronaldo justru membuat Timnas Portugal seolah tersandera. Bahkan, satu generasi pemain berbakat yang dimiliki Portugal saat ini turut terkena dampak negatif dari dominasi sang veteran.

Padahal, jika dilihat dari kedalaman skuad, Portugal saat ini memiliki komposisi pemain yang sangat luar biasa. Erik ten Hag menegaskan bahwa secara taktik dan permainan di lapangan, Portugal sebenarnya justru bisa bermain jauh lebih baik dan berkembang pesat tanpa kehadiran Cristiano Ronaldo di dalam tim.

Tentu saja, tidak ada satu orang pun yang meragukan rekam jejak dan kehebatan Cristiano Ronaldo di masa lalu. Erik ten Hag mengakui bahwa ia pernah menjadi pemain sepak bola yang sangat luar biasa dalam sejarah, tetapi kenyataan paitnya adalah saat ini ia sudah tidak sehebat dulu lagi.

Pernyataan keras dari Erik ten Hag ini menjadi penegasan atas realitas yang dihadapi sang bintang. Erik ten Hag menegaskan tidak sedang berusaha membuktikan siapa yang benar atau salah, tetapi satu hal yang sudah sangat jelas: Cristiano Ronaldo tidak akan lagi mampu memenangkan gelar juara bergengsi bersama timnya di masa depan.

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Goal
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Perselisihan dengan Pelatih, Cristiano Ronaldo Dijatuhi Sanksi Larangan Tampil 30 Hari

Perselisihan dengan Pelatih, Cristiano Ronaldo Dijatuhi Sanksi Larangan Tampil 30 Hari

Cristiano Ronaldo dijatuhi sanksi larangan tampil 30 hari dan denda oleh FPF usai tinggalkan kamp Timnas Portugal. Simak pemicunya.

Presiden FPF Dukung Kembalinya Cristiano Ronaldo ke Timnas Portugal

Presiden FPF Dukung Kembalinya Cristiano Ronaldo ke Timnas Portugal

Presiden Federasi Sepak Bola Portugal (FPF), Pedro Proenca, memberikan sinyal dukungan kuat bagi Cristiano Ronaldo di tengah ketidakpastian

Cristiano Ronaldo Sentil Kritik Publik, Tegaskan Dirinya Pemain Terhebat Sepanjang Sejarah Sepak Bol

Cristiano Ronaldo Sentil Kritik Publik, Tegaskan Dirinya Pemain Terhebat Sepanjang Sejarah Sepak Bol

Cristiano Ronaldo mengaku kesal publik fokus target 1.000 gol hingga lupa apresiasi penampilannya di lapangan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer