LombokPost-Kasus penganiayaan guru SMKN 1 Woha, Muhammad Sofyan melahirkan simpati dari sesama profesinya.
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Khusus Bima NTB akan menggelar aksi solidaritas bela Sofyan.
Ketua PGRI Cabang Khusus Bima NTB M Rifial Akbar mengatakan, aksi solidaritas nantinya melibatkan ribuan guru.
Rencananya, aksi damai terpusat di Cabang Talabiu, Kabupaten Bima.
’’Besok (hari ini) kami turun. Ini kesepakatan saat rapat di SMKN 1 Woha,’’ kata dia dihubungi Lombok Post, kemarin.
Menurutnya, aksi damai ini sebagai bentuk solidaritas guru terhadap Sofyan yang menjadi korban penganiayaan oleh oknum siswa.
’’Marwah guru harus dijaga. Profesi guru itu tidak boleh dizalimi,’’ jelasnya.
Dia mengecam tindakan siswa tersebut. Terlebih lagi, siswa sampai memukul guru Sofyan karena ditegur merokok di dalam kelas.
’’Anak yang pukul guru tersebut sudah dikembalikan ke orang tuanya,’’ tegas dia.
Insiden pemukulan guru Sofyan terjadi saat hendak masuk kelas untuk mengajar, Selasa (7/11).
Namun dia mendapati MH bersama rekannya sedang merokok di dalam kelas.
Baca Juga: Penyidik KPK Turun ke Kota Bima, Pengacara Bilang Istri Mantan Wali Kota Bima Belum Jadi Tersangka
Sofyan pun menegur MH. Tak terima ditegur, MH emosi dan sempat cekcok dengan Sofyan hingga akhirnya berujung pemukulan.
Sofyan dipukul MH di bagian wajah berkali-kali yang menyebabkan pipinya mengalami luka lebam.
Pasca kejadian, Sofyan dan MH sepakat untuk berdamai.
Hanya saja, perdamaian itu tidak melibatkan pihak sekolah.
Surat kesepakatan itu hanya ditandatangani Sofyan dan MH serta mengetahui Kepala Desa Donggo Bolo, Abdul Azis. (jlo/r8)
Editor : Marthadi