“Namun di Kota Bima, kecil kemungkinan terjadi defisit beras, khususnya hingga akhir tahun ini,” kata Kepala Bulog Cabang Bima Sawaluddin Susanto.
Ia menyebutkan, saat ini Bulog Bima memiliki stok beras 6200 ton untuk masyarakat Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu. Stok ini, kata pria yang akrab disapa Anto itu, cukup untuk memenuhi kebutuhan warga di tiga daerah hingga akhir tahun 2020.
"Khusus untuk wilayah yang ada di bawah wilayah kerja Bulog Bima, stok beras aman hingga akhir tahun," ungkapnya.
Anto membeberkan, rata-rata pengeluaran per bulan Bulog Bima sebanyak 600 ton beras. Itu pun, ketika non panen. Jika di bulan panen, maka beras yang dikeluarkan Bulog untuk suplay pasar hanya 200 ton saja.
"Anggaplah setiap bulannya 600 ton beras kami keluarkan, itu masih tetap aman hingga akhir tahun," tegasnya.
Saat ini, kata Anto, Bima dan sekitarnya sedang memasuki masa panen. Dipastikannya, Bulog Bima akan memaksimalkan penyerapan gabah sehingga stok beras semakin aman.
"Bahkan stok beras untuk NTB saat ini aman hingga akhir tahun," ujarnya.
Baru-baru ini, Bulog Bima baru saja mengirim beras ke Waingapu dan Flores, NTT sebanyak 2000 ton. Itu sesuai instruksi presiden, di mana daerah yang surplus beras mengirimkan stoknya ke daerah yang mengalami defisit beras.
Jika dalam masa panen ini penyerapan beras dapat dimaksimalkan, maka pengiriman beras ke daerah lain masih bisa dilakukan lagi. Itu pun kata Anto, ketersediaan untuk dalam wilayah Bulog Bima sendiri tetap dalam kondisi surplus. (tin/r4)
Editor : Administrator