Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rela Tukin Dipotong, Guru hingga Pengawas di Bima Borong Bawang Petani

Baiq Farida • Kamis, 16 Desember 2021 | 18:19 WIB
HARGA TURUN: Petani di Desa Sampungu, Kecamatan Soromandi, Bima menjemur bawang merah usai panen, belum lama ini.
HARGA TURUN: Petani di Desa Sampungu, Kecamatan Soromandi, Bima menjemur bawang merah usai panen, belum lama ini.
BIMA—Para guru dan pengawas di Kabupaten Bima sepakat membantu petani bawang merah lokal. Mereka siap membeli bawang yang dihasilkan para petani sesuai dengan harga pasar, Rp 12.500 per kilogram.

"Ini berdasarkan instruksi dari kepala daerah," kata Kepala UPT Dikpora Madapangga Syaifuddin didampingi Sekretaris UPT Dikpora Syarifuddin, Rabu (15/12/2021).

Harga bawang merah di Bima saat ini belum stabil. Sejumlah petani masih enggan menjual dan memilih bertahan sambil menunggu harga naik.

Kebijakan disepakati bersama pihak KUPT Dikpora Madapangga dengan seluruh ASN dalam rapat, beberapa hari lalu. Mereka siap menyerap bawang bawang lokal sebagai upaya membantu para petani.

Hasil rapat itu, disepakati guru ASN sebanyak 127 orang akan menyerap masing-masing 5 kilogram. Sedangkan 25 kepala sekolah menyerap masing-masing 10 kilogram.

Sementara, dua orang pejabat eselon IV masing-masing 40 kilogram. Pengawas 13 orang masing-masing 10 kilogram dan ASN golongan III masing-masing 7 kilogram.

"Ini hasil yang disepakati. Hanya saja, sekarang belum kami serap. Karena masih menunggu informasi lanjutan dari pemerintah daerah dan kepala Dinas," terangnya.

Pembayaran pembelian bawang nantinya bisa melalui pemotongan Tunjangan Kinerja (Tukin) untuk ASN berstatus struktural. Sedangkan ASN yang fungsional, dia mengaku belum tahu. "Kayanya akan dibayar melalui pemotongan Tukin juga," cetusnya. (ar/r8)

  Editor : Baiq Farida
#Dikpora Kabupaten Bima #Bawang Bima