"Ini berdasarkan instruksi dari kepala daerah," kata Kepala UPT Dikpora Madapangga Syaifuddin didampingi Sekretaris UPT Dikpora Syarifuddin, Rabu (15/12/2021).
Harga bawang merah di Bima saat ini belum stabil. Sejumlah petani masih enggan menjual dan memilih bertahan sambil menunggu harga naik.
Kebijakan disepakati bersama pihak KUPT Dikpora Madapangga dengan seluruh ASN dalam rapat, beberapa hari lalu. Mereka siap menyerap bawang bawang lokal sebagai upaya membantu para petani.
Hasil rapat itu, disepakati guru ASN sebanyak 127 orang akan menyerap masing-masing 5 kilogram. Sedangkan 25 kepala sekolah menyerap masing-masing 10 kilogram.
Sementara, dua orang pejabat eselon IV masing-masing 40 kilogram. Pengawas 13 orang masing-masing 10 kilogram dan ASN golongan III masing-masing 7 kilogram.
"Ini hasil yang disepakati. Hanya saja, sekarang belum kami serap. Karena masih menunggu informasi lanjutan dari pemerintah daerah dan kepala Dinas," terangnya.
Pembayaran pembelian bawang nantinya bisa melalui pemotongan Tunjangan Kinerja (Tukin) untuk ASN berstatus struktural. Sedangkan ASN yang fungsional, dia mengaku belum tahu. "Kayanya akan dibayar melalui pemotongan Tukin juga," cetusnya. (ar/r8)
Editor : Baiq Farida