BIMA-Digerogoti kanker payudara, Siti Mariam, 40 tahun, warga Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima ini tidak berdaya. Hanya tergolek lemas di tempat tidur. Untuk berobat, warga RT 07 RW 04 ini terkendala biaya.
Tidak ada upaya yang bisa dilakukan keluarga untuk mengobati penyakit yang menyerang ibu tiga anak ini. Mereka hanya pasrah menunggu keajaiban.
’’Jangankan untuk biaya berobat, untuk makan setiap hari saja mereka dibantu tetangga. Apalagi suami dari Maryam tidak memiliki pekerjaan tetap,’’ tutur Hj. Imo H. Mario, keluarga dari Siti Maryam ini ditemui, Minggu (30/1).
Wanita yang berdomisili di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo ini mengaku membawa Siti Maryam bersama suami dan anak-anaknya ke desanya. Agar bisa diobati secara tradisional.
Hj Imo menceritakan, awal Maryam menderita kanker payudara tahun 2020 lalu. Pernah berobat ke Rumah Sakit Dokter Agung Kota Bima. Saat itu dioperasi, namun hasilnya tidak maksimal. Penyakit diderita Maryam malah makin parah. “Sempat juga berobat ke RSUD Bima. Disarankan untuk rujuk ke Provinsi NTB,” tuturnya.
Saat itu, sebutnya, keluarga hanya terdiam. Mereka tidak bisa memberikan jawaban, karena masalahnya tidak punya biaya.
‘’Untungnya, selama berobat di RSUD tidak ada biaya, karena Siti Maryam miliki kartu BPJS gratis dari pemerintah,’’ terangnya.
Untuk meringankan penderita wanita kelahiran 1982 ini kata dia, harus berobat lanjut ke RSU Provinsi NTB. Tapi kembali lagi, masalahnya adalah soal biaya untuk kebutuhan sehari-hari selama di Mataram.
Dia sangat berharap ada dermawan yang peduli dengan penderitan Siti Mariam. Begitu juga dengan pemerintah Kabupaten Bima, bisa menfasilitasi biaya pengobatannya.
’’Dia berharap ada dermawan yang mau membantu biaya pengobatan Siti Mariam,” tutup Hj Imo. (gun/r8)
Editor : Galih Mps