Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Stok Minyak Goreng Melimpah di Kota Bima, Harga Bahan Pokok Mulai Naik

Baiq Farida • Rabu, 23 Maret 2022 | 20:19 WIB
MASIH MAHAL: Salah satu pedagang minyak goreng di Pasar Kebon Roek menanti pembeli, beberapa waktu lalu. (DOK/LOMBOK POST)
MASIH MAHAL: Salah satu pedagang minyak goreng di Pasar Kebon Roek menanti pembeli, beberapa waktu lalu. (DOK/LOMBOK POST)
MATARAM--Warga Kota Bima tak lagi kesulitan mendapatkan minyak goreng. Pasca pemerintah mencabut subsidi, minyak goreng sudah ramai dijual di retail modern dan toko. ’’Pasca dicabut HET (Harga Eceran Tertinggi) langsung banyak. Full di toko-toko dan retail modern,’’ kata Kabid Perindustrian dan Perdagangan Diskoperindag Kota Bima Rusnah dihubungi Lombok Post, Selasa (22/3/2022).

Meski mudah didapat, harga minyak goreng ini selangit. Minyak goreng Bimoli kemasan 2 liter, kini dijual Rp 60 ribu. Sedangkan minyak goreng Fortune kemasan 1 liter dilepas Rp 20 ribu. Sementara, minyak goreng curah dijual Rp 14 ribu per liter. ’’Stoknya gak langka lagi,’’ ungkapnya heran.

Semua retail modern dan toko-toko kini memajang minyak goreng di etalase jualannya. Padahal, selama ini minyak goreng sangat sulit didapat. Bahkan, warga harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan satu liter minyak goreng. ’’Stok distributor tersedia dan banyak. Gak seperti dulu lagi,’’ ungkap Rusnah.

Selain minyak goreng, tim Diskoperindag juga turun monitoring perkembangan harga bahan pokok di sejumlah pasar. Dari hasil pantauan di Pasar Amahami, sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan. ’’Mendekati puasa harga pada naik semua. Harga cabai rawit naik signifikan,’’ sebutnya.

Saat ini harga si pedas tembus Rp 60 ribu per kilogram. Padahal pekan lalu masih Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu.

Begitu juga cabai keriting, sekarang Rp 55 ribu per kilogram dari harga Rp 40 per kilogram. ’’Saat ini harga cabai naik,’’ keluh Nurqomariah, warga Bina Baru, Kota Bima, dihubungi via ponsel, kemarin.

Salah seorang pedagang cabai di Pasar Amahami Sri Anggriani mengatakan, kenaikan harga cabai naik karena stok menipis. "Satu minggu terakhir ini harga cabai naik drastis, pasokan berkurang sekarang ini," ungkapnya.

Untuk bahan pokok lain seperti beras, meski naik  tapi tidak terlalu signifikan. Untuk beras premium dijual Rp 12 ribu per kilogram. Sementara kualitas medium Rp 10 ribu hingga Rp 11 ribu per kilogram.

Sementara, gula pasir naik dari Rp 12 ribu per kilogram menjadi Rp 14 ribu per kilogram. Sedangkan telur, cenderung stabil masih Rp 40 ribu per krat.

Minyak goreng pasca dihapusnya Harga Eceran Tertinggi (HET) masih harga Rp 40 ribu untuk kemasan 2 liter.

Barang kebutuhan lain yang harganya mulai naik adalah ikan laut. Saat ini tidak hanya mahal, stoknya juga berkurang dibanding pekan lalu. "Ikan laut biasanya melimpah, banyak pilihan. Sekarang sudah mahal," ujar Fatimah, warga Bina Baru. Untuk ikan laut segar per kilogram dari harga Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu, sekarang naik Rp 60 ribu per kilogram.

Dia khawatir harga sejumlah kebutuhan akan terus naik hingga masuk Ramadan. "Kami khawatir bulan puasa harganya lebih mahal," kata dia. (jlo/r8)

 

  Editor : Baiq Farida
#minyak goreng #Harga Sembako #Diskoperindag Kota Bima