Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima Taufik Hidayat mengatakan, jumlah korban gigitan anjing rabies. "Ada 553 orang yang digigit dan tiga orang meninggal dunia," jelasnya.
Dari tiga orang korban meninggal, satu korban merupakan anak di bawah umur. "Korban anak atas nama Galang berusia 16 tahun warga asal Kecamatan Madapangga," sebutnya.
Sementara dua korban lain masing-masing, Hasnun, 51 tahun asal warga Kecamatan Ambalawi dan Sudirman, 50 tahun asal warga Kecamatan Sanggar. Ketiga korban ini meninggal dunia karena lamban berobat di puskesmas, padahal sudah disediakan obat vaksinasi.
Baca Juga: Anjing Diduga Rabies Ngamuk, Gigit Tiga Warga Madapangga Bima
"Mereka menganggap remeh setelah digigit anjing, tidak berobat. Setelah kondisinya parah baru berobat, dan rata-rata gejalanya, takut cahaya, air, meronta-ronta dan sering muntah," ungkapnya.
Taufik mengatakan, korban gigitan anjing rabies ini hampir merata pada 18 kecamatan di Kabupaten Bima. Namun sebagian besar dari Kecamatan Sanggar, Sape, Donggo, Langgudu, dan Ambalawi.
"Korban di lima kecamatan banyak didominasi petani yang pelihara anjing untuk menjaga jagung dari hama babi," ujarnya.
Taufik mengaku, pihaknya sering turun ke tengah masyarakat untuk menekan kasus gigitan ajing dengan mengedukasi langsung masyarakat di lapangan. Mereka diedukasi banyak hal, salah satunya soal pencegahan dan penanganan pertama jika jadi korban gigitan anjing rabies. "Kita hanya bisa turun sosialisasi pencegahan dan menyadarkan masyarakat. Itu lebih efektif dampaknya, ketimbang vaksinasi anjing," tuturnya.
Meski rutin mengedukasi, pihaknya dihadapkan dengan kendala anggaran dan sejauh ini memperoleh bantuan obat vaksinasi anjing dari pemerintah pusat. "Itupun hanya 15 ribu vaksin dari pusat, pasti gak cukup. Kerena estimasi populasi anjing di Bima saat ini sebanyak 146.549 ekor," tandasnya. (man/r8)
Editor : Kimda Farida