Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kasus Rabies di Bima Bertambah, 117 Orang Digigit, Satu Meninggal, Stok Vaksin Kosong

Galih Mega Putra S • Minggu, 28 April 2024 | 09:20 WIB
MENINGGAL DUNIA: Korban gigitan anjing suspek rabies meninggal dunia.
MENINGGAL DUNIA: Korban gigitan anjing suspek rabies meninggal dunia.

LombokPost-Kasus gigitan anjing suspek rabies di Kabupaten Bima terus bertambah.

Januari hingga Maret ini tercatat 117 orang menjadi korban dan satu orang meninggal dunia.

"Sementara untuk April ini masih direkap," kata Kabid Kesehatan Hewan Dinas Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Bima Taufik Walhidayah (26/4).

Dari ratusan kasus gigitan ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Korban Syarifudin warga Desa Parado Rato, Kecamatan Parado.

Syarifudin digigit anjing ketika hendak ke rumah keluarganya di Desa Parado Kuta. Saat itu, dia tiba-tiba diserang anjing yang mengakibatkan luka di bagian tangan kiri, lengan kanan, lengan kiri, perut hingga bagian wajah dekat pelipis mata.

"Saat itu, korban sempat dilarikan ke puskesmas dan diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) 2 dosis," jelas dia.

Sebanyak 117 kasus gigitan anjing suspek rabies tersebut tersebar di 16 kecamatan dari total 18 kecamatan di Kabupaten Bima. 

Di Kecamatan Donggo terjadi 12 kasus, Kecamatan Madapangga 11 kasus, Kecamatan Sanggar tujuh kasus, dan Kecamatan Bolo empat kasus.

Sementara di Kecamatan Langgudu lima kasus, Kecamatan Lambu tujuh kasus, Kecamatan Tambora tujuh kasus, Kecamatan Palibelo lima kasus. 

Sedangkan di Kecamatan Wera 23 kasus, Kecamatan Wawo dua kasus, Kecamatan Belo 10 kasus, Kecamatan Lambitu enam kasus, dan di Kecamatan Sape ada 7 kasus.

Di Kecamatan Parado dan Monta masing-masing tiga kasus. Dari 18 kecamatan ini, hanya Kecamatan Woha dan Kecamatan Ambalawi yang belum ada kasus gigitan anjing suspek rabies.

Meski kasus gigitan terus meningkat, Taufik mengakui stok dosis vaksinasi di Disnakeswan Bima tahun ini kosong. 

"Sudah tidak ada pengadaan obat vaksinasi anjing di tahun 2024. Kita tidak turun lapangan," pungkasnya. (man/r8)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Rabies #Bima #anjing