Ketahuan Jadi Tim Pemenangan Pj Wali Kota Rum, Honorer Pemkot Bima Bakal Disanksi

M Islamuddin • Dipublikasikan Rabu, 26 Juni 2024 | 13:45 WIB
GARA-GARA INI: Pj Wali Kota Bima Mohammad Rum saat menyerahkan usulan tambahan formasi PPPK di KemenPAN-RB di Jakarta, beberapa hari lalu.(DOK LOMBOK POST)
GARA-GARA INI: Pj Wali Kota Bima Mohammad Rum saat menyerahkan usulan tambahan formasi PPPK di KemenPAN-RB di Jakarta, beberapa hari lalu.(DOK LOMBOK POST)

LombokPost-Sejumlah honorer lingkup Pemkot Bima diduga terlibat politik praktis.

Mereka yang Forum Tenaga Teknis Administrasi (FTTA) Kota Bima ketahuan menjadi tim pemenangan Pj Wali Kota Bima Mohammad Rum.

Diketahui, Rum menyatakan bakal maju dalam pemilihan wali kota (Pilwalkot) Bima.

Dia telah mendaftar di sejumlah partai, di antaranya PBB, Golkar, dan Hanura.

Nah, terungkap dugaan politik praktis para honorer ini dari percakapan WhatsApp Group (WAG) FTTA Kota Bima.

Percakapan mereka ini bocor ke publik.

Dalam WAG, mereka konsolidasi untuk menjadi tim pemenangan Rum.

Tangkapan layar percakapan di WAG, Sekretaris FTTA Kota Bima Hendra mengajak rekannya mendukung Rum yang maju sebagai bakal calon wali kota.

”Diharapkan kepada teman-teman yang merasa diri honorer di tiap OPD/Instansi untuk membuat pernyataan sikap balas budi mendukung PJ Wali Kota Bima untuk naik jadi Wali Kota Bima,” ajak Hendra dikutip dari tangkapan layar WAG FTTA, Selasa (25/6).

Ketua FTTA Kota Bima Dedi Alfarianto ikut nimbrung. Dia juga mengajak rekan yang lain untuk menjadi tim pemenangan Mohammad Rum.

”Adinda Edy, ambil sikap perwakilan tim kemenangan Pj Wali Kota di bagian Rabangodu Utara. Harus siap adinda. Minta kehormatanya,” pinta Dedi.

Tetapi sebagian anggota grup menentang arahan dari keduanya. Ada yang menyebutkan ajakan ini menyalahi aturan.

Apalagi, para honorer diminta untuk mengisi list nama sebagai tim pemenangan Rum.

Ketua FTTA Kota Bima Dedi Alfarianto tidak menampik adanya percakapan tersebut. Dia menegaskan bahwa arahan tersebut bukan untuk menyimpulkan dukungan politik.

”Kami mengarahkan itu dalam konteks sebagai ucapan terima kasih. Di mana, kepala daerah ini mau mengusulkan penambahan formasi bagi honorer,” kelit Dedi dikonfirmasi Lombok Post, kemarin.

Dia berdalih ajakan tersebut tidak ada kaitan sama sekali dengan mendukung pasangan calon tertentu.

Dukungan tersebut bentuk loyalitas dia dan rekannya sebagai pegawai honorer Kota Bima kepada kepala daerah.

”Kita tahu bersama kepala daerah saat ini adalah Pj (Mohammad Rum). Apakah salah kami mengarahkan sebagai ucapan terima kasih? Kan tidak ada yang salah,” cetus dia.

Dia menyayangkan jika arahan tersebut sampai diseret ke ranah politik.

”Kami tahu, kami sadar, kami tidak mengarahkan ke politik,” dalihnya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Bima Mahfud mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti dugaan pelanggaran netralitas sejumlah honorer tersebut.

”Tentunya ada hukuman disiplin yang harus ditegakkan,” tegas Mahfud.

Pemkot Bima telah menyikapi dugaan pelanggaran sejumlah honorer tersebut. BKPSDM Kota Bima sudah turun untuk menelusuri adanya pelanggaran netralitas tersebut.

”Kita menunggu tindakan dari teman-teman BKPSDM dan Panwas nantinya,” katanya. (jlo/gun/r8)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Honorer politik Bima