Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PARAH! Belum Rampung Dikerjakan, Proyek Jembatan Rp 6,2 Miliar di Bima Sudah Rusak

M Islamuddin • Sabtu, 8 November 2025 | 15:50 WIB

 

Rekanan memperbaiki kerusakan jembatan Rade–Madapangga, Kabupaten Bima, Jumat (7/11). (Istimewa/Lombok Post)
Rekanan memperbaiki kerusakan jembatan Rade–Madapangga, Kabupaten Bima, Jumat (7/11). (Istimewa/Lombok Post)

LombokPost-Jembatan baru di Desa Rade, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Padahal, jembatan yang menelan anggaran miliaran rupiah belum rampung dikerjakan.

Bagian tengah jembatan retak, sementara aspal di sisi timur mulai terkelupas.

Berdasarkan papan proyek di lokasi, pembangunan jembatan Rp 6,2 miliar itu mulai dikerjakan pada Februari 2025 dengan masa pelaksanaan 280 hari kalender. Anggaran bersumber dari dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana tahun anggaran 2025.

Proyek tersebut dikerjakan CV Dewi Wangi Mataram di bawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bima.

Ironisnya, kerusakan justru terjadi sesaat setelah banjir melanda wilayah Madapangga, Kamis (6/11). Bupati Bima Ady Mahyudi bersama Wakil Bupati dr Irfan Zubaidy dan Sekda Adel Linggi Ardi, turun langsung meninjau jembatan Rade–Madapangga yang mengalami penurunan timbunan tanah (settlement) pada oprit di sisi utara dan selatan, Jumat (7/11).

Kepada bupati, Kabid Bina Marga PUPR, Farid Wajdi, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Edy Y menjelaskan penurunan tanah itu disebabkan oleh proses pemadatan timbunan yang belum maksimal. Mereka memastikan struktur utama jembatan sepanjang 25 meter dan lebar 6 meter itu masih aman.

Bupati Bima Ady Mahyudi langsung menginstruksikan kepada Dinas PUPR dan pihak pelaksana proyek untuk melakukan penanganan agar jembatan dapat difungsikan secara optimal.

Kepala Dinas PUPR Bima Suwandi menjelaskan, kerusakan hanya terjadi pada bahu jalan dan lapisan aspal akibat air hujan yang masuk ke timbunan oprit. "Struktur jembatan tidak terdampak banjir,” kata 

Dia menambahkan, proyek tersebut belum melalui tahapan penyerahan sementara atau Provisional Hand Over (PHO). Artinya, tanggung jawab atas kerusakan masih berada di tangan kontraktor. “Hari ini (Jumat) sudah mulai diperbaiki,” ujarnya.

Namun di lapangan, warga setempat mempertanyakan kualitas pekerjaan proyek yang menjadi urat nadi transportasi penghubung antar desa menuju jalan lintas Sumbawa itu.

Usai meninjau jembatan, Bupati dan rombongan melanjutkan kunjungan ke sejumlah titik terdampak banjir di Desa Monggo dan Ncandi. Mereka melihat kondisi SDN 1 Ncandi, serta beberapa rumah warga di RT 01 dan RT 04 yang terendam air beberapa waktu lalu.

Editor : Jelo Sangaji
#jembatan rade madapangga #Jembatan Rusak #Bima #Bupati Bima