LombokPost-Dalam sebulan terakhir, Kabupaten Dompu dilanda peningkatan kasus batuk dan flu yang cukup tinggi. Berdasarkan data dari RSUD Dompu, lonjakan kasus mencapai 70 persen, dsn hampir merata di seluruh wilayah.
Direktur RSUD Dompu dr Fitratul Ramadhan mengatakan, tren peningkatan ini disebabkan penyebaran virus influenza yang mudah menular di tengah masyarakat. Kondisi tersebut bahkan seringkali menular ke seluruh anggota keluarga dalam satu rumah.
“Peningkatan sampai 70 persen. Bila kita perhatikan, saat ini memang banyak masyarakat yang mengalami batuk dan pilek. Rata-rata penyebabnya adalah influenza,” ujar dr Fitratul, Minggu (9/11).
Baca Juga: Kapal Polisi Berubah Jadi Perpustakaan Terapung, Siswa Pekat Dompu Antusias Belajar di Laut
Meski demikian, sebagian besar kasus tergolong ringan hingga sedang dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perlu dirawat di rumah sakit. Masyarakat diminta tidak panik, namun tetap waspada dan menjaga daya tahan tubuh.
“Untuk kasus ringan cukup istirahat, perbanyak minum air putih, makan bergizi, dan minum obat pereda gejala seperti paracetamol,” imbaunya.
Namun, dr Fitratul menegaskan agar masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila batuk tidak kunjung membaik lebih dari satu minggu, atau bila disertai sesak napas dan demam tinggi.
Baca Juga: Anggota DPRD NTB Janji Bangun Rumah Singgah dan Siapkan Ambulans untuk Warga Bima-Dompu di Mataram
Gejala seperti itu bisa menandakan adanya komplikasi yang lebih serius.
Selain pengobatan, dia menekankan pentingnya menjaga imunitas tubuh dengan pola hidup sehat. “Menjaga hati agar tetap bahagia juga berpengaruh besar terhadap daya tahan tubuh,” katanya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Dompu Hj Maria Ulfah membenarkan adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada minggu ke-42 tahun ini. Kondisi ini menuntut langkah cepat agar penyebaran penyakit tidak semakin meluas.
“Dinas Kesehatan telah melakukan langkah pencegahan, seperti sosialisasi pentingnya ventilasi rumah yang baik, penggunaan masker, serta larangan merokok di dalam rumah,” jelas Ulfa.
Dinas Kesehatan juga melakukan evaluasi terhadap kapasitas layanan kesehatan dan memperkuat sistem surveilans untuk memantau faktor risiko lingkungan, seperti asap dan debu.
“Kami terus mengedukasi masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta meningkatkan upaya pengendalian penyakit saluran napas,” ujarnya.
Dinas Kesehatan dan RSUD setempat kini gencar mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kebersihan, menghindari kerumunan saat sakit, serta mengenakan masker bila sedang batuk atau pilek.
“Yang terpenting jangan panik. Jaga kesehatan, makan bergizi, dan istirahat cukup,” tandas Ulfa.
Editor : Jelo Sangaji