LombokPost-Arif, 32 tahun, warga Desa Samili, Kecamatan Woha, Bima, kalap mata. Dia tega menikam istrinya, Dini, 30 tahun hingga tewas, Senin malam (15/12).
Peristiwa berdarah itu berawal saat korban pergi mencari suaminya. Dia berangkat dari dari rumahnya di Samili dan menelusuri keberadaan suaminya hingga Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Bima.
Sekitar pukul 22.50 Wita, dia mendapati suaminya sedang duduk di Kalaki. Dia pun mengajak suaminya pulang untuk pulang ke rumah. Suaminya pun mengiyakan ajakan istrinya.
Berselang beberapa menit, korban meminta izin untuk mengambil handphone di jok motornya. Namun tiba-tiba suaminya langsung melakukan menusuk bagian dada dan perut korban beberapa kali menggunakan belati.
Warga yang melihat kejadian tersebut langsung membawa korban ke puskesmas terdekat. Selain itu, warga juga meminta tolong kepada SPKT Polres Bima untuk mengantar korban ke RSUD.
Anggota Piket Polres Bima langsung membawa korban ke Rumah Sakit Muhammadiyah Bima menggunakan mobil patroli. Setiba di sana, pihak rumah sakit menyatakan korban sudah meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan medis, korban mengalami tiga luka tusuk di bagian perut dan satu kali di bagian dada satu kali dengan ke dalaman sekiar centimeter.
Kasatreskrim Polres Bima AKP Abdul Malik membenarkan adanya insiden penganiayaan yang melibatkan pasangan suami istri tersebut. "Benar, pelaku sudah kami amankan," kata Malik, kemarin.
Saat ini, penyidik masih memeriksa pelaku Arif. Diketahui, dia tega menghabisi korban karena diduga cemburu. "Motifnya, pelaku cemburu kepada istrinya," ungkap
Arif juga sakit hati karena sering dipasung oleh orang tuanya saat sedang sakau. Selain itu, Arif dan Dini juga kerap bertengkar dan cekcok. "Pelaku ini yang cemburu dan pemakai aktif (narkoba)," katanya.
Editor : Jelo Sangaji