Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi Dewan Diabaikan Eksekutif

L
Penulis: Lestari Dewi❯
Jajaran Komisi IV DPRD Lombok Tengah saat monev bidang pendidikan dan kesehatan, pekan lalu. (Tauhid for Lombok Post)
Jajaran Komisi IV DPRD Lombok Tengah saat monev bidang pendidikan dan kesehatan, pekan lalu. (Tauhid for Lombok Post)

Advertisement

 

LombokPost-Komisi IV DPRD Lombok Tengah (Loteng) memberikan catatan serius terhadap hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) lapangan terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun 2025. Sejumlah persoalan klasik, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan sosial, ditemukan masih jalan di tempat.

Anggota Komisi IV DPRD Loteng M Tauhid menegaskan, temuan di lapangan ini akan menjadi poin krusial dalam rekomendasi dewan. Ia menyoroti sejumlah usulan yang sudah dua tahun berturut-turut disampaikan, namun belum terealisasi oleh pemerintah daerah.

“Salah satunya adalah keberadaan shelter yang representatif di Dinas Sosial dan DP3AP2KB. Ini sudah kita usulkan dua tahun berturut-turut, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Padahal ini sangat mendesak untuk perlindungan kelompok rentan,” cetus Tauhid kepada Lombok Post, Minggu (26/4).

Dikatakan, tahun lalu dewan sudah merekomendasikan agar bekas kantor Dinas Lingkungan Hidup dapat dijadikan shelter. Namun kenyataannya bangunan justru digunakan untuk kantor Bawaslu. “Masih banyak yang belum ditindaklanjuti,” ujarnya.

Advertisement

Di sektor kesehatan, Tauhid memaparkan hasil pantauannya di tiga titik. Untuk Puskesmas Langko, rencana relokasi dan pembangunan fisik dijadwalkan mulai berjalan pada Juni 2026 mendatang. Masalah lahan yang sempat menjadi kendala kini dipastikan sudah tuntas.

Sementara untuk Puskesmas Pengadang yang baru melakukan serah terima pada Januari lalu, masih menyisakan pekerjaan rumah. Penataan halaman dan tembok keliling belum rampung. “Kalau tenaga medis dan dokter di Pengadang sudah mencukupi, tinggal aspek penunjang keamanannya yang perlu segera dibenahi,” tambah mantan ketua DPRD Loteng ini.

Kondisi berbeda ditemukan di Pustu Lekor. Tauhid mengaku menerima aspirasi terkait minimnya tenaga bidan. Saat ini, Pustu itu hanya dilayani satu bidan. Pelayanan terhadap ibu hamil belum maksimal. Pihaknya mendesak Dinas Kesehatan (Dikes) segera mendistribusikan tenaga medis tambahan ke wilayah itu.

Beralih ke sektor pendidikan, politisi ini menyoroti perlunya peningkatan mutu peserta didik melalui pemenuhan sarana prasarana. Seperti di SMPN 3 Kopang yang membutuhkan lapangan basket, tempat ibadah, hingga alat kesenian tradisional Gendang Beleq.

Adapun untuk SDN Berangah Praya Timur, rencana relokasi tinggal menunggu pelaksanaan pembangunan fisik. Sekolah ini perlu dipindahkan karena lokasinya di bibir sungai. Kondisi itu sering memicu banjir saat musim hujan.

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pajak MotoGP Berpotensi Tembus Rp 4 Miliar

Pajak MotoGP Berpotensi Tembus Rp 4 Miliar

Pemkab Lombok Tengah mengubah dan menaikkan target pemasukan pajak hiburan dari ajang MotoGP Mandalika 2026 seiring meningkatnya penonton

Soal Kepastian Perpanjangan Kontrak PPPK Paro Waktu, Lombok Tengah Pilih Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Kepastian Perpanjangan Kontrak PPPK Paro Waktu, Lombok Tengah Pilih Tunggu Kebijakan Pusat

Pemkab Lombok Tengah menanti regulasi dan petunjuk teknis resmi dari pusat mengenai kepastian perpanjangan kontrak PPPK paro waktu

Mandalika Bakal Punya Kawasan Ibadah Lintas Agama

Mandalika Bakal Punya Kawasan Ibadah Lintas Agama

Pemkab Lombok Tengah mengusulkan pembangunan kawasan tempat ibadah terpadu bagi semua pemeluk agama di KEK Mandalika.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer