Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PAD Kota Bima Naik Signifikan, Tembus Rp 92,11 Miliar

Lombok Post Online • Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:56 WIB
Siswadi
Siswadi

LombokPost - Struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bima hingga 31 Desember 2025 mencatatkan kenaikan signifikan. 

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bima membukukan realisasi PAD sebesar Rp 92,11 miliar lebih, meningkat tajam dibandingkan capaian tahun 2024 yang hanya sebesar Rp 57,05 miliar lebih.

Kepala BPKAD Kota Bima Siswadi mengungkapkan, secara persentase realisasi PAD tahun 2025 mencapai 91,76 persen dari target yang telah ditetapkan.

Baca Juga: 13 DPRD Kota Bima Setuju Bentuk Pansus Penertiban Aset, Tiga Menolak, Delapan Abstain

Capaian tersebut berasal dari beberapa komponen pendapatan daerah, dengan rincian pajak daerah terealisasi 83,38 persen, retribusi daerah 95,79 persen, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan 150,79 persen, serta lain-lain PAD yang sah mencapai 98,49 persen.

Menurut Siswadi, peningkatan realisasi PAD tersebut menjadi modal penting bagi daerah, terutama di tengah keterbatasan ruang fiskal tahun anggaran 2026.

Meski demikian, pihaknya tetap optimistis target PAD ke depan dapat terus ditingkatkan.

Baca Juga: Lima Pejabat Eselon II Dilantik, Wali Kota Bima Ingatkan Jabatan Bukan untuk Perkaya Diri

“Di tengah kecilnya ruang fiskal tahun 2026, BPKAD tetap optimis mampu meningkatkan capaian PAD,” ujar mantan Sekretaris DPRD Kota Bima itu.

Optimisme tersebut, lanjut Siswadi, didukung dengan penambahan sarana dan prasarana penunjang pemungutan pajak daerah, salah satunya pengoperasian mobil Pajak Keliling (PALING) yang kini mulai aktif melayani masyarakat.

Selain itu, BPKAD Kota Bima juga berkomitmen untuk melakukan evaluasi terhadap nilai penetapan sejumlah objek pajak dan retribusi, sekaligus mengidentifikasi potensi wajib pajak dan wajib retribusi baru.

Baca Juga: Wali Kota Bima Lobi Pembangunan Embung ke Kementerian PUPR

“Upaya optimalisasi PAD akan terus kami lakukan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi sistem, serta berbagai inovasi. Termasuk membangun kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan terkait,” pungkasnya. (gun/r5)

Editor : Kimda Farida
#Pajak #BPKAD #PAD #masyarakat #Kota Bima