LombokPost - Modus berpura-pura meminta tumpangan dan meminjam sepeda motor terjadi di wilayah Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.
Seorang pemuda berusia 22 tahun Abimanyu ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan sepeda motor milik pelajar di depan Puskesmas Bolo, Desa Rato.
Kapolsek Bolo AKP Nurdin menjelaskan, terduga pelaku memanfaatkan kepolosan korban yang masih di bawah umur dengan cara meminta diantar, lalu meminjam sepeda motor dengan alasan menjemput orang tua.
Baca Juga: Penyidik Polres Lombok Tengah Dituding Tebang Pilih, Laporan Penggelapan 9 Bulan Mandek
“Pelaku awalnya menyetop korban di jalan dan meminta diantar ke Puskesmas Bolo. Setelah itu korban kembali diminta mengantar ke Alfamart, lalu sepeda motor dipinjam dengan alasan menjemput orang tua. Namun motor tidak dikembalikan,” kata AKP Nurdin, Jumat (30/1).
Korban diketahui bernama Fahri Raman, 16 tahun, pelajar asal Desa Tumpu, Kecamatan Bolo.
Saat kejadian, korban sedang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna putih nomor polisi DR 4960 MU bersama adiknya.
Baca Juga: Polisi Siapkan Pemeriksaan Ahli Pidana Kasus Penipuan dan Penggelapan Event MXGP
Setelah sepeda motor dibawa terlapor dan tidak kunjung dikembalikan hingga sekitar dua jam, korban pulang ke rumah dan melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya.
Laporan resmi kemudian dibuat di Polsek Bolo. Nurdin mengungkapkan, pihaknya menerima informasi bahwa pelaku berada di kediamannya di Dusun Rasanggaro, Desa Timu, dan telah diamankan oleh Bhabinkamtibmas bersama warga setempat.
Baca Juga: Polisi Panggil Direksi PT SEG Terkait Penipuan dan Penggelapan Pelaksanaan MXGP
“Begitu menerima informasi, kami langsung bergerak ke lokasi dan menjemput terduga pelaku untuk diamankan di Polsek Bolo guna proses hukum lebih lanjut,” tegasnya.
Abimanyu asal Desa Timu, Kecamatan Bolo saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif untuk pendalaman kasus. Nurdin mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, agar tidak mudah meminjamkan kendaraan kepada orang yang tidak dikenal.
“Modus seperti ini sering terjadi. Kami minta masyarakat lebih waspada dan segera melapor jika menemukan kejadian serupa,” pungkasnya. (gun/r5)
Editor : Jelo Sangaji