LombokPost - Bupati Dompu Bambang Firdaus menegaskan komitmennya untuk memastikan hasil panen petani terserap optimal, sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Dia pun memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) penyerapan gabah dan jagung di Gedung Paruga Parenta Dana Nggahi Rawi Pahu.
Rapat dihadiri Penjabat Sekda, para asisten, unsur Forkopimda, kepala OPD terkait, camat se-Kabupaten Dompu, Kepala Bulog NTB, Bulog Divre Bima, Dinas Ketahanan Pangan, hingga mitra penyerapan hasil pertanian.
Baca Juga: Pemprov NTB Dukung Penuh Kebijakan Bupati Sumbawa Larang Tanam Jagung di Kawasan Hutan
Dalam pertemuan itu, sejumlah langkah strategis dibahas, mulai dari penguatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi peran Bulog di lapangan, hingga penambahan mitra baru untuk memperluas jangkauan serapan.
Hasil rapat menyepakati beberapa kebijakan. Di antaranya, Bulog akan mendorong mitra untuk menyerap gabah secara maksimal serta mengoptimalkan personel lapangan.
Bulog juga membuka peluang penambahan alokasi penyerapan setara beras di wilayah Divre Bima.
Baca Juga: Stok Melimpah! Beras dan Jagung NTB "Serbu" Bali hingga NTT, Ada Apa?
Selain itu, kapasitas serapan akan diperluas melalui penambahan mitra baru dan optimalisasi mitra yang sudah ada.
Bulog juga menyediakan kompensasi biaya muat dan angkut sebesar Rp200 per kilogram dengan melibatkan tenaga kerja lokal.
Pemkab Dompu juga akan melakukan pendataan dan verifikasi gudang lokal serta lumbung pangan masyarakat untuk dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan hasil panen.
Baca Juga: Satu Tahun, Pertanian NTB Bangkit dan Membuka Peluang Baru, Padi Melonjak, Jagung Tetap Tangguh
Khusus komoditas jagung, Bulog menargetkan penyerapan sekitar 19.600 ton. Penyerapan ini didukung dua silo CDC Bulog Kampasi Meci yang siap beroperasi.
Sementara stok jagung tahun 2025 yang masih tersimpan akan segera digeser untuk memperlancar serapan tahun ini.
Kapolres dan Dandim Dompu turut menegaskan komitmen melarang pungutan biaya dalam penerbitan surat jalan jagung dari desa ke gudang. Masyarakat diminta melaporkan jika menemukan praktik pungutan liar.
Bupati Dompu Bambang Firdaus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, aparat keamanan, dan mitra dalam menjaga stabilitas pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani. "Pemerintah daerah akan terus mengawal proses penyerapan agar berjalan maksimal dan memberikan kepastian harga yang menguntungkan petani," kata dia.
Dia juga memastikan pihaknya akan terus hadir memastikan hasil panen petani terserap dengan baik. "Ini bentuk komitmen dalam melindungi petani dan menjaga kestabilan harga,” tegasnya. (gun/r5)
Editor : Redaksi