Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wali Kota Bima Targetkan Tiap OPD Punya Dua Inovasi, ASN Berprestasi Dijanjikan Tambahan TPP

Jelo Sangaji • Jumat, 5 Juni 2026 | 12:24 WIB
Wali Kota Bima HA Rahman (tengah) didampingi Sekda Muhammad Fakhrunraji (kanan) dan Kepala Brida Arief Roesman Efendy saat membuka rakor penguatan ekosistem inovasi daerah Kota Bima di aula Maja Labo Dahu kantor wali kota setempat, Kamis (4/6).
Wali Kota Bima HA Rahman (tengah) didampingi Sekda Muhammad Fakhrunraji (kanan) dan Kepala Brida Arief Roesman Efendy saat membuka rakor penguatan ekosistem inovasi daerah Kota Bima di aula Maja Labo Dahu kantor wali kota setempat, Kamis (4/6).

 

LombokPost-Wali Kota Bima HA Rahman menargetkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bima memiliki minimal dua inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Bahkan, aparatur sipil negara (ASN) yang mampu melahirkan inovasi berprestasi dijanjikan tambahan tunjangan penghasilan pegawai (TPP).

Wali Kota Bima HA Rahman menegaskan, inovasi menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus memperkuat daya saing daerah di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah. Karena itu, dia meminta seluruh perangkat daerah membangun budaya inovasi dan menargetkan setiap OPD memiliki sedikitnya dua inovasi yang dapat dikembangkan.

"Setiap perangkat daerah harus memiliki minimal dua inovasi. Inovasi tidak boleh berhenti pada ide, tetapi harus diwujudkan menjadi solusi yang mempermudah pelayanan kepada masyarakat," tegas Aji Man sapaan akrab Wali Kota Bima, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Ekosistem Inovasi Daerah Kota Bima di aula Maja Labo Dahu kantor Wali Kota Bima, Kamis (4/6).

Baca Juga: Rumah Reot Mariam di Kota Bima Akhirnya Diperbaiki

Menurutnya, pemerintah pusat saat ini memberikan ruang kompetisi yang cukup besar bagi daerah melalui berbagai program penghargaan dan insentif kinerja.

Salah satunya melalui ajang Kota Terinovatif yang digelar setiap tahun. Daerah yang berhasil meraih predikat tersebut berpeluang memperoleh insentif hingga Rp 7 miliar.

"Dalam kondisi fiskal yang penuh tantangan seperti saat ini, berbagai kompetisi dan penghargaan tersebut harus menjadi peluang yang kita perjuangkan bersama untuk mendapatkan tambahan anggaran pembangunan bagi daerah," katanya.

Baca Juga: Usut Dugaan Korupsi Dana Pokir DPRD Bima, Jaksa Kantongi Dokumen di Sembilan OPD

Selain itu, pemerintah pusat juga menyediakan insentif bagi daerah yang berhasil menurunkan angka kemiskinan dan stunting dengan potensi penghargaan sekitar Rp 3 miliar. Insentif serupa juga tersedia bagi daerah yang mampu menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) serta menjaga pengendalian inflasi.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya inovasi, Aji Man juga berencana memberikan penghargaan kepada ASN yang berhasil menciptakan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. "Jika kondisi keuangan daerah memungkinkan, ASN terinovatif tingkat Kota Bima akan mendapatkan tambahan TPP selama tiga bulan," janjinya.

Sementara inovator yang berhasil meraih juara tingkat provinsi akan memperoleh tambahan TPP selama enam bulan, sedangkan juara tingkat nasional akan mendapatkan tambahan TPP selama 12 bulan.

"Pola kompetisi inovasi daerah saat ini dilakukan berdasarkan klaster regional sehingga Kota Bima harus mampu menjadi daerah unggulan di wilayahnya," kata dia.

Aji Man turut mengapresiasi inovasi SiCerah yang telah memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat dan mendapat pengakuan di tingkat nasional.

"Inovasi SiCerah menjadi contoh bahwa inovasi yang lahir dari daerah mampu memberikan manfaat nyata sekaligus mendapatkan pengakuan nasional. Ini harus menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus berinovasi," ungkapnya.

Baca Juga: Kerja Sama dengan RSUP NTB, Pemkot Bima Siapkan Anggaran Pemulangan Jenazah hingga Rp 2,8 Juta

Kepala BRIDA Kota Bima Arief Roesman Efendy menyebut perkembangan inovasi daerah di Kota Bima menunjukkan tren yang terus meningkat. "Jumlah inovasi yang tercatat naik dari 162 inovasi pada 2024 menjadi 234 inovasi pada 2025," sebut dia.

Tak hanya bertambah dari sisi jumlah, sejumlah inovasi dari Kota Bima juga telah tampil dan berbagi pengalaman dalam berbagai forum inovasi tingkat nasional.

"Melihat perkembangan yang ada, kita patut optimistis. Namun tantangan kita ke depan bukan lagi sekadar menambah jumlah inovasi, melainkan bagaimana melahirkan inovasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.

Editor : Jelo Sangaji
#Inovasi OPD #Wali Kota Bima #Kota Bima #HA Rahman #Pemkot Bima