LombokPost – Kantor Desa Sampungu, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, terbakar, Sabtu dini hari (6/6). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 03.30 Wita itu menghanguskan hampir seluruh bangunan beserta fasilitas dan dokumen penting milik pemerintah desa.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Namun, berdasarkan informasi yang beredar di kalangan warga, sumber api diduga berasal dari bagian samping kanan kantor desa sebelum merembet ke ruangan kepala desa dan menyebar ke seluruh bangunan.
Salah seorang warga setempat, Arif mengatakan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 03.03 Wita. Informasi yang diterimanya dari warga yang tinggal di sekitar lokasi menyebutkan asap kali pertama terlihat di dekat ruangan kepala desa. “Menurut warga, sumber api dari jendela ruang kepala desa Sampungu,” ujarnya.
Baca Juga: Wali Kota Bima Targetkan Tiap OPD Punya Dua Inovasi, ASN Berprestasi Dijanjikan Tambahan TPP
Untuk mencegah api merembet ke rumah warga di sekitar lokasi, aliran listrik di kawasan tersebut sempat diputus oleh petugas PLN. “Listrik dicabut oleh PLN supaya tidak sampai merambat ke rumah warga yang dekat kantor desa,” katanya.
Menurut Arif, ruangan kepala desa dan sekretaris desa menjadi bagian yang paling parah terdampak kebakaran. “Ruangan kades dan sekdes terbakar semua,” ungkapnya.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan. Haji Anwar, salah seorang warga, bahkan mengumumkan adanya kebakaran melalui pengeras suara masjid agar masyarakat segera datang membantu.
Baca Juga: Usut Dugaan Korupsi Dana Pokir DPRD Bima, Jaksa Kantongi Dokumen di Sembilan OPD
Akibat peristiwa tersebut, satu unit bangunan kantor desa mengalami kerusakan berat. saat terbakar, kondisi kantor desa diketahui sedang dalam keadaan tersegel oleh mahasiswa yang sebelumnya menggelar aksi demonstrasi terkait pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Sekretaris Desa Sampungu, Mansyur, membenarkan terjadinya kebakaran tersebut. Namun, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran.
“Belum tahu pasti penyebabnya,” ujarnya.
Dia memastikan seluruh bagian kantor desa hangus dilalap api, termasuk berbagai fasilitas dan dokumen penting pemerintahan. “Tidak ada yang bisa diselamatkan. Semua hangus, isi kantor dan berkasnya,” ungkap Mansyur.
Editor : Jelo Sangaji