Sabun Cuci Piring Organik Buka Peluang Usaha Warga Kampasi Meci

Suharli Harli • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 12:48 WIB
KKN UMMAT Kelompok 37 melatih warga Kampasi Meci membuat sabun cuci piring organik.
KKN UMMAT Kelompok 37 melatih warga Kampasi Meci membuat sabun cuci piring organik.

 

LombokPost-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 37 melatih warga Desa Kampasi Meci membuat sabun cuci piring organik. Pelatihan berlangsung di kediaman Kepala Desa Kampasi Meci, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Kamis (23/7).

Kegiatan melibatkan ibu rumah tangga dan anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) desa setempat. Mahasiswa mengenalkan cara mengolah bahan yang mudah diperoleh menjadi produk rumah tangga ramah lingkungan.

Program itu diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, kreativitas, dan keterampilan warga. Sabun hasil produksi juga berpeluang memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus menjadi produk bernilai ekonomi.

Baca Juga: Gaspol di Porprov NTB, Mahasiswa UMMAT Muhammad Alwi Raih Perunggu Grasstrack

Ketua KKN UMMAT Kelompok 37 Aprilian Maulana mengatakan, pelatihan dirancang agar warga memahami seluruh proses produksi. Peserta juga didorong mempraktikkan dan mengembangkan keterampilan itu secara mandiri.

“Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat yang berkelanjutan. Sabun cuci piring merupakan produk yang digunakan setiap hari. Apabila mampu diproduksi secara mandiri, produk ini tidak hanya dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi usaha sederhana masyarakat,” ujarnya.

Pelatihan diawali dengan penjelasan mengenai manfaat penggunaan produk rumah tangga ramah lingkungan. Mahasiswa kemudian memperkenalkan bahan, fungsi, dan tahapan pembuatan sabun.

Mahasiswa KKN selanjutnya memperagakan proses pencampuran bahan hingga menjadi sabun siap pakai. Peserta turut mempraktikkan setiap tahapan dengan pendampingan mahasiswa.

Para peserta aktif menyimak materi dan mengajukan pertanyaan. Mereka juga terlibat langsung selama proses pembuatan sabun.

Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap inovasi produk rumah tangga. Proses pembuatannya dinilai sederhana, mudah diterapkan, dan memiliki nilai ekonomi.

Ketua PKK Desa Kampasi Meci Maemunah mengapresiasi program KKN UMMAT Kelompok 37. Menurutnya, pelatihan memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN 37 UMMAT. Kegiatan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat, khususnya dalam membuat sabun cuci piring berbahan organik yang bermanfaat dan ramah lingkungan,” tuturnya.

Maemunah berharap warga terus mempraktikkan keterampilan itu setelah pelatihan berakhir. Produk sabun juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi barang bernilai jual.

Melalui pelatihan itu, warga memperoleh pemahaman mengenai penggunaan produk ramah lingkungan. Mereka juga memiliki keterampilan membuat sabun cuci piring untuk kebutuhan sehari-hari.

Sabun hasil produksi berpeluang dikembangkan sebagai usaha rumahan. Produksi yang konsisten, kemasan menarik, dan pemasaran yang baik berpotensi menambah pendapatan keluarga.

Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Anwar Efendy, mahasiswa berharap pelatihan menjadi langkah awal pengembangan ekonomi kreatif desa. Program itu juga diarahkan untuk mendorong kemandirian, kreativitas, dan semangat kewirausahaan warga Kampasi Meci.

Kegiatan itu menjadi bagian dari program pengabdian UMMAT yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Kampus juga mendorong program KKN memberikan manfaat berkelanjutan bagi pembangunan desa. 

Editor : Akbar Sirinawa
Desa Kampasi Meci sabun cuci piring organik ekonomi kreatif desa KKN Ummat Pemberdayaan Masyarakat