LombokPost- PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) melalui Srikandi PLN UP3 Bima bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN menyalurkan bantuan modal usaha kepada empat perempuan pelaku usaha mikro di Kelurahan Rabangodu Utara, Kota Bima, Rabu (29/7).
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bantuan modal diserahkan secara langsung kepada penerima manfaat. Selain menyalurkan bantuan, Srikandi PLN juga mengunjungi lokasi usaha dan berdialog dengan para pelaku UMKM untuk mengetahui tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha.
Baca Juga: FK Unizar Gandeng RSUD H Moh Ruslan, Perkuat Rumah Sakit Pendidikan untuk Cetak Dokter Berkualitas
General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli mengatakan pemberdayaan ekonomi perempuan merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
"Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi pengingat bagi PLN untuk terus menghadirkan manfaat yang dirasakan masyarakat. Kami ingin perempuan pelaku UMKM memiliki kesempatan berkembang, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya," ujarnya.
Menurut Yondri, ketika perempuan memiliki usaha yang berkembang, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga lingkungan sekitar melalui peningkatan aktivitas ekonomi.
Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial PLN yang dijalankan bersama YBM PLN. Dana bantuan berasal dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) pegawai muslim PLN.
Baca Juga: Inspektorat Diminta Audit Dana Hibah KONI KSB Rp 9 Miliar
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
PLN UIW NTB menegaskan akan terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat langsung bagi kelompok rentan, termasuk perempuan pelaku usaha mikro yang menjadi salah satu penggerak ekonomi keluarga.
Editor : Marthadi