Wali Kota Bima Warning Kontraktor Proyek Gedung Rawat Inap RSUD: Jangan Abaikan Kualitas!

Jelo Sangaji • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 12:19 WIB
Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin saat meninjau pembangunan RSUD Kota Bima, Rabu (5/8).
Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin saat meninjau pembangunan RSUD Kota Bima, Rabu (5/8).

LombokPost-Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin meminta pembangunan gedung ruang rawat inap baru RSUD Kota Bima dipercepat tanpa mengabaikan kualitas konstruksi.

Penegasan itu disampaikan saat meninjau langsung progres proyek bersama Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan.

Aji Man sapaan wali kota ingin memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan target penyelesaian.

Bahkan, dia sempat memeriksa sejumlah bagian bangunan, mulai dari struktur konstruksi hingga kesiapan fasilitas penunjang yang akan digunakan untuk pelayanan pasien.

Baca Juga: Polisi Selidiki Penyebab Kematian WNA Arab Saudi di Bima

Aji Man mengatakan, pembangunan gedung rawat inap baru bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kapasitas layanan kesehatan di Kota Bima di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas rumah sakit.

"Kami ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai standar mutu dan selesai tepat waktu. Fasilitas ini harus benar-benar siap memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan berkualitas kepada masyarakat," katanya.

Dia mewarning kontraktor, konsultan pengawas, dan seluruh pihak yang terlibat agar tidak mengejar percepatan pekerjaan dengan mengorbankan kualitas bangunan. Menurutnya, pengawasan teknis harus dilakukan secara maksimal agar hasil pembangunan memiliki daya tahan yang baik serta memenuhi standar pelayanan rumah sakit.

Wali Kota menilai gedung rawat inap baru akan menjadi salah satu infrastruktur penting dalam meningkatkan mutu pelayanan RSUD Kota Bima. "Penambahan kapasitas tempat tidur diharapkan mampu mengurangi kepadatan layanan sekaligus menghadirkan ruang perawatan yang lebih representatif bagi pasien," ujarnya.

Baca Juga: Polisi Sita Uang Puluhan Juta Diduga Hasil Penjualan Sabu dari Pengedar Narkoba di Bima

Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan menegaskan, pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan proyek hingga rampung.

"Penyelesaian pembangunan sesuai jadwal akan menentukan kesiapan RSUD Kota Bima dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat," tambah dia.

Usai peninjauan, wali kota bersama pihak terkait menggelar evaluasi lapangan untuk mengidentifikasi sejumlah pekerjaan yang masih memerlukan percepatan.

Evaluasi tersebut menjadi bagian dari pengawasan agar proyek dapat diselesaikan sesuai target dan segera difungsikan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan bagi warga Kota Bima.

Diketahui, pembangunan RSUD Kota Bima yang berlokasi di Rabadompu menelan biaya Rp 130.380.351.000 untuk bangunan fisik. Sarana-prasarana seperti genset, IPAL dan WTP senilai Rp 10 miliar, pengadaan alat kesehatan senilai Rp 20 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus.

Baca Juga: Proyek Normalisasi Sungai Melayu Kota Bima Terkendala Pembebasan Lahan, Nilai Ganti Rugi Belum Cocok

Kemudian ruang rawat inap senilai Rp 35 miliar bersumber dari Dana Alokasi Umum dan dikerjakan PT Citra Putera La Terang asal Makassar, Sulawesi Selatan.

RSUD Kota Bima Tipe C dengan bangunan tiga lantai ini dilengkapi dengan fasilitas kesehatan dan sarana-prasarana pendukung.

Di antaranya, ruang rawat inap kapasitas 100 tempat tidur, ruang lobi, laboratorium lengkap, IGD nurse station, IGD, ruang tunggu, ICU, Nurce Station ICU, ruang operasi, klinik, ICVCU. Selain itu, dilengkapi dengan Alkes CT Scan dan Cuci Darah. 

Editor : Jelo Sangaji
Sumber : Lombok Post
Wali Kota Bima RSUD Kota Bima Bima ha rahman h abidin