LombokPost-Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin meninjau langsung progres pembangunan RSUD Kota Bima di Rabadompu, Selasa (18/8).
Dia ingin memastikan pembangunan rumah sakit berjalan sesuai target dan dapat segera digunakan untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
Aji Man sapaan Wali Kota Bima meminta manajemen RSUD dan kontraktor mempercepat penyelesaian pembangunan. Dia menargetkan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut sudah mulai berjalan tahun ini.
"Kami ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai standar mutu dan selesai tepat waktu. Fasilitas ini harus benar-benar siap memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan berkualitas kepada masyarakat," kata Rahman.
Baca Juga: Wali Kota Bima Warning Kontraktor Proyek Gedung Rawat Inap RSUD: Jangan Abaikan Kualitas!
Meski meminta percepatan, Rahman mengingatkan seluruh pihak tidak mengorbankan kualitas bangunan demi mengejar target penyelesaian.
"Kontraktor, konsultan pengawas dan seluruh pihak yang terlibat agar memastikan setiap tahapan pekerjaan tetap mengikuti ketentuan teknis," tegasnya.
Menurutnya, pengawasan harus dilakukan secara maksimal agar bangunan rumah sakit memiliki daya tahan yang baik serta memenuhi standar pelayanan kesehatan.
"Percepatan pekerjaan jangan sampai mengorbankan kualitas. Semua harus bekerja secara optimal dan memastikan setiap tahapan penyelesaian berjalan sesuai ketentuan, dengan tetap memperhatikan kualitas dan keselamatan," tegasnya.
Baca Juga: Pembangunan Mega Proyek RSUD Kota Bima Molor, PPK Sebut Cuaca hingga Libur Nasional Jadi Kendala
RSUD Kota Bima yang dibangun di Rabadompu merupakan rumah sakit tipe C dengan gedung tiga lantai. Untuk pembangunan fisik, anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 130.380.351.000.
Selain bangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan sarana dan prasarana pendukung lainnya. Di antaranya genset, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan water treatment plant (WTP) dengan nilai sekitar Rp 10 miliar.
Kemudian pengadaan alat kesehatan (Alkes) senilai sekitar Rp 20 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Ada pula pembangunan ruang rawat inap senilai Rp 35 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). Pekerjaan tersebut dikerjakan PT Citra Putera La Terang asal Makassar, Sulawesi Selatan.
Baca Juga: UM Bima Dorong Digitalisasi Wisata Air Terjun Pelangi, Pokdarwis Karamabura Terapkan E-Ticketing
RSUD Kota Bima tersebut diproyeksikan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Untuk ruang rawat inap, rumah sakit ini memiliki kapasitas 100 tempat tidur.
Fasilitas lainnya meliputi ruang lobi, laboratorium, IGD, nurse station IGD, ruang tunggu, ICU, nurse station ICU, ruang operasi, klinik hingga ICVCU.
Rumah sakit tersebut juga dilengkapi sejumlah peralatan kesehatan, termasuk CT Scan dan fasilitas cuci darah.
Editor : Jelo SangajiSumber : Lombok Post