RSUD Kota Bima Pindah ke Gedung Baru, Sejumlah Layanan Ditutup Sementara

Jelo Sangaji • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:38 WIB
RSUD Kota Bima yang baru dibangun rencananya akan mulai beroperasi 1 September nanti. (Dok Hutama Karya)
RSUD Kota Bima yang baru dibangun rencananya akan mulai beroperasi 1 September nanti. (Dok Hutama Karya)

LombokPost-RSUD Kota Bima mulai pindah operasional dari gedung lama di Jalan Datuk Dibanta, Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, ke gedung baru di wilayah Rabadompu.

Proses perpindahan dijadwalkan dimulai Senin (24/8). Sejumlah layanan di gedung lama akan dihentikan sementara selama proses tersebut berlangsung.

Juru Bicara Pemkot Bima Muhammad Hasyim mengatakan, perpindahan dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memberikan fasilitas yang lebih representatif bagi masyarakat.

"Sehubungan dengan proses perpindahan tersebut, RSUD Kota Bima menyampaikan bahwa sejumlah layanan di gedung lama akan ditutup sementara," kata Hasyim, Jumat (21/8).

Baca Juga: Dimajukan, RSUD Kota Bima Mulai Beroperasi 1 September 2026

Salah satu layanan yang lebih dulu dihentikan yakni Instalasi Gawat Darurat (IGD). Layanan IGD di gedung lama akan ditutup mulai pukul 23.00 Wita, tadi malam.

Sementara pelayanan Instalasi Rawat Jalan (IRJ) dan penerimaan pasien rujukan dihentikan mulai Senin (24/8), selama proses perpindahan berlangsung.

Meski demikian, pasien yang saat ini masih menjalani rawat inap tidak perlu khawatir. RSUD Kota Bima memastikan perawatan terhadap pasien yang masih dirawat tetap menjadi tanggung jawab rumah sakit hingga dinyatakan boleh pulang oleh tim medis.

"Pelayanan terhadap pasien yang saat ini masih menjalani rawat inap tetap menjadi tanggung jawab RSUD Kota Bima hingga pasien dinyatakan diperbolehkan pulang oleh tim medis," ujarnya.

Baca Juga: Wali Kota Bima Warning Kontraktor Proyek Gedung Rawat Inap RSUD: Jangan Abaikan Kualitas!

Bagi pasien yang akan menjalani kontrol pertama setelah sebelumnya menjalani rawat inap di RSUD Kota Bima, pelayanan selanjutnya akan dialihkan ke rumah sakit terdekat.

Pasien diminta membawa Surat Kontrol Dalam Perawatan (SKDP) atau surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas maupun dokter praktik mandiri.

"Pengalihan pelayanan tersebut tetap mengikuti ketentuan kepesertaan BPJS Kesehatan," jelas Hasyim.

Dia menyebut, pelayanan RSUD di gedung baru ditargetkan mulai beroperasi pada awal September 2026. Informasi terkait pembukaan kembali layanan akan disampaikan melalui saluran informasi resmi RSUD Kota Bima. "Pelayanan RSUD Kota Bima yang baru mulai 1 September," tandas Hasyim. 

Gedung baru RSUD Kota Bima yang berada di wilayah Rabadompu merupakan rumah sakit tipe C. Bangunan tersebut terdiri dari tiga lantai.

Untuk pembangunan fisiknya, pemerintah mengalokasikan anggaran mencapai Rp 130.380.351.000.

Baca Juga: Pembangunan Mega Proyek RSUD Kota Bima Molor, PPK Sebut Cuaca hingga Libur Nasional Jadi Kendala

Selain gedung utama, sejumlah sarana pendukung juga disiapkan. Di antaranya genset, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), dan water treatment plant (WTP) dengan nilai sekitar Rp 10 miliar.

Pemerintah juga mengalokasikan sekitar Rp 20 miliar untuk pengadaan alat kesehatan (alkes) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Sementara, sekitar Rp 35 miliar dari Dana Alokasi Umum (DAU) dialokasikan untuk pembangunan ruang rawat inap.

Pekerjaan pembangunan ruang rawat inap tersebut dikerjakan PT Citra Putera La Terang asal Makassar, Sulawesi Selatan.

RSUD Kota Bima diproyeksikan memiliki kapasitas 100 tempat tidur untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat.

Gedung baru tersebut dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari lobi, laboratorium, IGD, nurse station IGD, ruang tunggu, ICU, nurse station ICU, ruang operasi, klinik hingga Intensive Cardiac Vascular Care Unit (ICVCU).

Rumah sakit ini juga dilengkapi sejumlah peralatan kesehatan, termasuk CT Scan dan fasilitas cuci darah, yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Bima. 

Editor : Jelo Sangaji
Sumber : Lombok Post
RSUD Kota Bima Kota Bima Bima Pemkot Bima