Jalan Jereweh-Benete Kini Lebih Lebar, Dua Titik Rawan Ditangani, Truk Tak Lagi Gagal Menanjak

Jelo Sangaji • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:03 WIB
BPJN NTB menangani ruas Jereweh–Benete, KSB. Kini jalur tersebut lebih aman dan nyaman bagi pengguna jalan. (Istimewa)
BPJN NTB menangani ruas Jereweh–Benete, KSB. Kini jalur tersebut lebih aman dan nyaman bagi pengguna jalan. (Istimewa)

LombokPost - Kabar baik bagi pengguna ruas Jereweh-Benete, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTB telah menuntaskan 100 persen penanganan dua titik rawan kecelakaan di ruas tersebut.

Penanganan dilakukan setelah dua lokasi itu tercatat memiliki riwayat kecelakaan, termasuk kendaraan berat yang gagal menanjak hingga terguling.

PPK 2.1 Satuan Kerja PJN Wilayah II Provinsi NTB Aditya mengatakan, dua titik tersebut menjadi prioritas karena tingkat kerawanannya cukup tinggi.

"Pertimbangan sebagai prioritas penanganan adalah sering terjadinya kecelakaan pada titik tersebut, antara lain truk yang gagal menanjak dan juga sampai terguling," kata Aditya, Rabu (26/8).

Baca Juga: Dinilai Mubazir, HNSI Sumbawa Barat Desak Proyek Kampung Nelayan Labuhan Lalar Dihentikan

Kini kondisi jalan di lokasi penanganan telah berubah. Lebar badan jalan yang sebelumnya rata-rata sekitar 6 meter diperlebar menjadi 10,5 meter.

Selain pelebaran, BPJN NTB juga melakukan perbaikan geometrik jalan untuk menghilangkan tanjakan curam yang sebelumnya terdapat di dua titik tersebut.

"Lebar rata-rata badan jalan sebelumnya 6 meter dengan tanjakan curam di dua titik. Saat ini lebar rata-rata badan jalan 10,5 meter dan tidak terdapat tanjakan curam lagi," jelasnya.

Perubahan geometrik jalan tersebut memberikan dampak terhadap kendaraan berat. Aditya menyebut, setelah pekerjaan selesai, tidak ditemukan lagi truk yang gagal menanjak di sepanjang lokasi penanganan.

Baca Juga: ODGJ Kategori Berat Capai 1.069 Orang, Bupati Sumbawa Janji Bangun Rumah Singgah

Penanganan dua titik rawan kecelakaan itu tidak hanya berfokus pada pelebaran badan jalan. BPJN NTB juga melakukan perbaikan lapis perkerasan dan sistem drainase.

Sejumlah fasilitas keselamatan turut dipasang untuk mendukung keamanan pengguna jalan, di antaranya rambu lalu lintas, guardrail dan delineator pada lokasi yang membutuhkan.

"Dengan pekerjaan tersebut, kami berharap risiko kecelakaan akibat kendaraan berat yang gagal menanjak dapat ditekan," terangnya.

Aditya mengatakan, penanganan dua titik tersebut merupakan bagian dari strategi BPJN NTB untuk mengurangi titik rawan kecelakaan di wilayah NTB.

"Meski kondisi jalan kini lebih lebar dan geometriknya lebih baik, pengguna jalan tetap diminta tidak mengabaikan faktor keselamatan," imbaunya.

Jalan yang lebih lebar bukan berarti pengendara bebas memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Pengguna jalan tetap harus menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan serta mematuhi rambu dan marka.

"Tetap jaga kecepatan berkendara dan patuhi rambu-rambu serta marka jalan," pesan Aditya.

Baca Juga: Bupati Amar Dorong Optimalisasi Bandara Kiantar Perkuat Konektivitas Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Dengan selesainya pekerjaan tersebut, dua titik rawan kecelakaan di ruas Jereweh-Benete kini memiliki badan jalan yang lebih lebar, tanjakan curam yang telah ditangani, serta fasilitas keselamatan yang lebih lengkap.

"Kami berharap perubahan tersebut tidak hanya meningkatkan kenyamanan perjalanan, tetapi juga membuat mobilitas masyarakat di ruas Jereweh-Benete semakin aman," harap dia.

Editor : Jelo Sangaji
Sumber : Lombok Post
jalan jereweh benete Sumbawa Barat BPJN NTB