Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

35 Hektare Lahan Pertanian di Sumbawa Terancam Gagal Panen

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
KEKERINGAN: Seorang warga berjalan di lahan pertanian yang retak-retak akibat krisis air dan fenomena kemarau ekstrem. (IVAN/LOMBOK POST)
KEKERINGAN: Seorang warga berjalan di lahan pertanian yang retak-retak akibat krisis air dan fenomena kemarau ekstrem. (IVAN/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost-Satuan Tugas (Satgas) Kekeringan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara (NT) I Mataram melakukan survei dan penanganan kondisi kekeringan di Sumbawa, tepatnya di Daerah Irigasi (DI) Tiu Kulit, Senin lalu (24/8).

“Kekeringan menyebabkan defisit air yang berdampak pada lahan pertanian, dengan 35 hektare di antaranya terancam gagal panen,” tegas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBWS NT I Mataram Antonius Suryono, Selasa (25/8).

Defisit air di wilayah tersebut terjadi akibat adanya pelanggaran pola tanam padi, seluas 242 hektare. Kondisi tersebut turut memperbesar tekanan terhadap ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian.

Menurut Antonius, kondisi ini menjadi pengingat pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap pola tanam dalam pengelolaan air irigasi.

Pengaturan pola tanam diperlukan agar ketersediaan air dapat dimanfaatkan secara adil serta berkelanjutan.

Advertisement

Menghadapi kondisi tersebut, BBWS NT I Mataram melalui Satgas Kekeringan melakukan langkah penanganan untuk membantu petani yang terdampak.

“Salah satunya dengan menyediakan dan mendistribusikan air irigasi sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan air bagi lahan pertanian,” jelasnya.

Upaya tersebut ditujukan, untuk mendukung 50 petani yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air akibat kekeringan.

Selain distribusi air irigasi, BBWS NT I Mataram juga memanfaatkan pompa air sebagai alternatif untuk mengalirkan air ke lahan sawah yang membutuhkan.

Langkah penanganan itu dilakukan untuk memastikan kebutuhan air pertanian, tetap dapat terpenuhi di tengah kondisi kekeringan.

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

PDAM Amerta Dayan Gunung Keluhkan Keterbatasan Sumber Air Baku

PDAM Amerta Dayan Gunung Keluhkan Keterbatasan Sumber Air Baku

Keterbatasan sumber air baku masih menjadi kendala utama PDAM Amerta Dayan Gunung dalam memperluas cakupan pelayanan. Saat ini, PDAM hanya m

Kekeringan Makin Parah, Bima Alami 84 Hari tanpa Hujan

Kekeringan Makin Parah, Bima Alami 84 Hari tanpa Hujan

Musim kemarau di NTB semakin menguat. Sejumlah wilayah bahkan telah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) sangat panjang hingga lebih dari 60hari

Respon Keluhan Petani, DPRD Sumbawa Cek Sawah Terdampak Kekeringan dan Jaringan Irigasi

Respon Keluhan Petani, DPRD Sumbawa Cek Sawah Terdampak Kekeringan dan Jaringan Irigasi

Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah kawasan pertanian di Kecamatan Lape dan Lopok, Rabu (5/8).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer