LombokPost-Harapan masyarakat Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, untuk memiliki pelabuhan yang representatif mulai diwujudkan. Pembangunan Pelabuhan Kilo resmi dimulai, ditandai dengan ground breaking dan pemancangan tiang, Senin (7/9).
Proyek yang bersumber dari APBN tersebut menelan anggaran cukup besar, yakni mencapai Rp 85,111 miliar. "Pembangunan Pelabuhan Kilo merupakan salah satu prioritas dalam rencana pembangunan daerah," kata Bupati Dompu Bambang Firdaus usai ground breaking.
Menurutnya, keberadaan pelabuhan tidak hanya berkaitan dengan konektivitas transportasi laut. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi pertumbuhan berbagai sektor ekonomi di Dompu.
“Perjuangan yang tidak pernah lelah hari ini mulai nampak terlihat. Harapan itu bukan lagi sekadar impian, hari ini impian itu mulai berwujud,” ujar Bambang.
Baca Juga: Ketua Dewan Minta Bupati Dompu Segera Lantik 11 JPT: Jangan Terlalu Lama OPD tanpa "Driver Utama"
Bupati menjelaskan, setelah Pelabuhan Kilo selesai, peluang ekonomi baru akan terbuka lebih luas. Sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan diyakini akan ikut berkembang.
Tidak hanya itu, keberadaan pelabuhan juga diproyeksikan membuka lapangan pekerjaan serta mendorong sektor pariwisata.
“Pelabuhan Kilo menjadikan konektivitas antar pulau lebih dekat, arus barang dan jasa akan lebih efektif, memangkas jarak, waktu, dan biaya, pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Calabai Prayitno menyampaikan, pembangunan Pelabuhan Kilo berdiri di atas lahan seluas 30 hektare. "Lahan tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Kabupaten Dompu," katanya.
Adapun pagu anggaran pembangunan mencapai Rp 85.111.000.000, yang bersumber dari APBN. Pelaksanaan proyek berlangsung selama 315 hari kalender, terhitung sejak Februari hingga 30 Desember 2026. Proyek tersebut dikerjakan PT Wijaya Inti Sentosa.
Prayitno menyebut, progres fisik pembangunan saat ini telah mencapai 57,736 persen, dengan sisa waktu pelaksanaan 116 hari kerja. “Bagi Kantor UPP Kelas III Calabai, pembangunan Pelabuhan Kilo merupakan sebuah amanah yang harus kita jaga dan kawal bersama,” katanya.
Dia berkomitmen mengawal proyek tersebut bersama seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan berjalan sesuai ketentuan.
“Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Editor : Jelo J