LombokPost-Rencana pembangunan Plaza Hybrid Kota Bima Mantika mulai dimatangkan untuk ditawarkan kepada investor.
Tim Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB turun langsung meninjau lokasi proyek di kawasan eks Kantor Bupati Bima, Selasa (8/9).
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari tahapan Project Incubator setelah Plaza Hybrid Mantika dinyatakan lolos kurasi Sasambo Investment Challenge (SIC) 2026.
Melalui proses inkubasi tersebut, proyek akan dimatangkan agar memenuhi standar Investment Project Ready to Offer (IPRO). Dengan demikian, proyek diharapkan benar-benar siap dipertemukan dengan calon investor.
Baca Juga: Terjaring Razia, Pengendara Motor di Bima Kedapatan Bawa 313 Butir Pil Ekstasi
Sekda Kota Bima Muhammad Fakhrunnraji mengatakan, Pemkot Bima terus membuka ruang bagi investasi guna memperkuat perekonomian daerah sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Bima untuk menghadirkan investasi yang dapat menggerakkan perekonomian, membuka peluang usaha dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya, kemarin.
Plaza Hybrid Mantika dirancang sebagai kawasan mixed-use. Konsep tersebut menggabungkan berbagai fungsi dalam satu kawasan, mulai dari pusat perdagangan, kuliner, hotel, hiburan, event hall, ruang publik, perkantoran hingga smart parking.
Proyek tersebut direncanakan berdiri di atas lahan sekitar 25.000 meter persegi. Nilai investasi yang dibutuhkan diproyeksikan mencapai sekitar Rp413,4 miliar.
Besarnya nilai investasi membuat pematangan proyek menjadi penting sebelum ditawarkan ke pasar. Tidak hanya konsep bangunan, aspek kelayakan dan daya tarik investasi juga perlu diperkuat agar proyek mampu meyakinkan calon investor.
Asisten Manajer/Analis Junior Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB Faudarita Umaida Ulfah mengatakan, Kota Bima memiliki potensi konsumsi serta posisi strategis yang menjadi salah satu daya tarik bagi investor.
"BI NTB akan mempertemukan proyek-proyek yang telah melewati proses inkubasi dengan calon investor dalam agenda SIC yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2026," katanya.
Editor : Jelo JSumber : Lombok Post