LombokPost--Brigade Al-Qassam yang berada di Kota Jenin, Tepi Barat, Palestina mengeluarkan pernyataan resmi usai tewasnya salah satu petinggi mereka, Saleh Al-Arouri di Beirut, Lebanon, Selasa (2/1).
"Dalam operasi pengecut yang dilakukan musuh yang pengecut, mereka menargetkan pemimpin kami dan Syekh Mujahid kami, Kepala Staf Perlawanan di Tepi Barat dan arsitek Thuufan Al-Aqsa pada tanggal 7 Oktober - Syekh Al-Qassami Saleh Al-Arouri dan dua pemimpin senior Hamas di kota Beirut, Lebanon," isi pernyataan Brigade Al-Qassam Kelompok Qabatiya.
Para mujahidin Palestina ini menyebut operasi pengecut ini terjadi setelah Syekh Saleh membuat Israel merasakan kesengsaraan dalam beberapa tahun terakhir. "Dan seperti yang dikatakan oleh Syekh Mujahid kami dalam pernyataan sebelumnya (Kami, bersama Hamas, semuanya adalah proyek kesyahidan)," tulis Brigade Al Qassam dalam pernyataannya.
"Oleh karena itu, kami Mujahidin Brigade Qassam di Tepi Barat, mengatakan kepada kalian bahwa kami akan menimpakan kesengsaraan pada musuh di pos-pos pemeriksaan dan pemukiman yang didirikan di tanah kami yang diduduki sebagai tanggapan dan pembalasan atas pembunuhan para pemimpin Mujahidin kami. Tunggu balasan yang menyakitkan!," lanjut isi pernyataan Brigade Al Qassam tersebut.
Sementara itu, ratusan warga Palestina yang berada di Ramallah, Rabu (3/1) malam melakukan aksi turun ke jalan dan memprotes Israel. Mereka menyatakan berbelasungkawa atas wafatnya Al-Arouri.
Diketahui, Al-Arouri tewas akibat serangan drone Israel. Turut menjadi korban atas serangan mematikan itu enam anggota Hamas lainnya yang berada di lokasi yang sama. (ksj)
Editor : Kimda Farida