LombokPost--Perwakilan Afrika Selatan di Mahkamah Internasional (ICJ) Adela Hassim mengatakan, selama 96 hari terakhir, Israel telah melancarkan serangan ke Gaza, Palestina yang dianggap sebagai serangan paling kejam dalam sejarah.
Pernyataan ini disampaikannya saat sidang dengar pendapat di Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda dengan agenda penyampaian argumen dari Afrika Selatan, Kamis (11/1). Negara ini menggugat Israel ke ICJ dengan tuduhan telah melakukan genosida terhadap rakyat Palestina.
"Tindakan Israel membuat kehidupan di Gaza tidak mungkin dilakukan dan Israel konsisten dengan kejahatan genosida," ujar Adela Hassim dalam persidangan yang disiarkan secara langsung sejumlah platform media dunia.
Dia juga menyebut Israel terus mengontrol wilayah udara dan perairan teritorial di Gaza. Intensitas pembunuhan Israel telah membuat seluruh wilayah di Jalur Gaza tidak aman.
"Penderitaan warga Palestina adalah kenyataan dan tidak mungkin disangkal,” seraya mencatat bahwa dalam minggu-minggu pertama setelah 7 Oktober 2023, Israel menggunakan 7.000 proyektil per minggu.
Pengacara Afrika Selatan yang lain juga menuding Israel dengan sengaja merampas semua kebutuhan penting warga Palestina di Gaza untuk bertahan hidup. Ucapan genosida diwujudkan dalam kebijakan negara rezim Israel.
Pasukan Israel juga dinilai secara terbuka mengatakan tidak ada warga sipil yang tidak bersalah di Gaza. Anggota Knesset Israel berulang kali menyerukan agar Gaza dihapuskan dari peta.
Tim hukum Afrika Selatan mendesak Mahkamah Internasional untuk memaksa Israel berhenti membantai orang di Gaza. Pemerintah Zionis tersebut dinilai secara terbuka telah melakukan dehumanisasi terhadap warga Palestina di Gaza.
"Lebih banyak warga sipil yang bisa meninggal karena kelaparan dibandingkan akibat bom di Gaza Pengacara yang mewakili Afrika Selatan mengatakan Israel mempunyai niat melakukan genosida di Gaza," ujar salah seorang tim hukum Afrika Selatan di sidang ICJ.
Afrika Selatan juga menggambarkan Gaza sebagai 'kuburan anak-anak' karena pembunuhan besar-besaran terhadap anak-anak oleh Israel Afrika Selatan: Israel terus dengan sengaja dan tanpa pandang bulu menargetkan warga sipil di Gaza.
Agresi ekstensif rezim Israel tidak membuat wilayah Gaza aman. Israel telah menjatuhkan sedikitnya dua ratus bom seberat 2.000 pon di Gaza.