Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Melemah, Promosi Internasional Digenjot

G
Penulis: Geumerie Ayu❯
Ketua Astindo NTB, Sahlan M Saleh. (Ferial/Lombok Post)
Ketua Astindo NTB, Sahlan M Saleh. (Ferial/Lombok Post)

Advertisement

LombokPost – Tren pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) dapat menjadi pisau bermata dua bagi perekonomian nasional dan daerah.

Misalnya, di sektor industri pelesiran, kondisi ini diproyeksikan menjadi stimulus positif dalam menarik minat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Ketua Astindo NTB Sahlan M Saleh menegaskan, pihaknya tidak ingin bersikap pasif dan sekadar memanfaatkan momentum fluktuasi mata uang.

Pihaknya berkomitmen untuk tetap menggenjot promosi secara agresif dan konsisten. Terlepas dari dinamika naik-turunnya kondisi finansial global.

Menurut Sahlan, melemahnya kurs Rupiah tidak boleh serta-merta diterjemahkan sebagai keuntungan mutlak bagi pariwisata daerah.

Advertisement

Sebab, fenomena tersebut pada dasarnya merupakan indikator adanya guncangan makroekonomi yang juga berdampak pada stabilitas dalam negeri.

“Melemahnya Rupiah juga menandakan ekonomi global sedang tidak stabil. Tetapi bagi kami di BPPD, ada atau tidaknya pelemahan ekonomi, promosi wisata tetap menjadi komitmen wajib,” jelas Sahlan.

Kendati demikian, Sahlan tidak menampik keperkasaan mata uang asing secara tidak langsung membuat paket wisata ke Indonesia menjadi relatif jauh lebih murah. Kondisi finansial ini menjadi modal kuat dalam menyusun strategi pemasaran.

Terutama dalam menawarkan durasi tinggal yang lebih lama bagi para turis asing dengan alokasi anggaran yang sama.

“Dengan konversi nilai tukar saat ini otomatis bisa bertambah harinya, misalnya tiga menjadi empat hari atau bahkan lebih,” sambung ketua BPPD NTB ini.

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Status Kawasan Konservasi Hambat Pengembangan Pariwisata Gili Tramena

Status Kawasan Konservasi Hambat Pengembangan Pariwisata Gili Tramena

Upaya pengembangan kawasan Gili Trawangan, Air dan Meno (Tramena) terkendala status lahan dan pengelolaan pelabuhan.

Mahasiswa Poltekpar Lombok Ditantang Jadi Inovator Pariwisata

Mahasiswa Poltekpar Lombok Ditantang Jadi Inovator Pariwisata

siswa tidak hanya bercita-cita menjadi pekerja di sektor pariwisata. Namun, mampu bertransformasi menjadi inovator dan wirausahawan kreatif.

Pemprov NTB Jadikan Teluk Saleh Sebagai Kawasan Konservasi, Pembangunan Pariwisata Berbasis Ekosistem

Pemprov NTB Jadikan Teluk Saleh Sebagai Kawasan Konservasi, Pembangunan Pariwisata Berbasis Ekosistem

Lestarian Lingkungan dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Kebijakan gubernur NTB ini menegaskan bahwa seluruh rencana pengembangan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer