LombokPost--Nama Ali Khalilov dielu-elukan menjadi salah satu pahlawan pada peristiwa serangan teroris di Moskow, Rusia, Jumat (22/3/2024) lalu.
Remaja muslim berusia 15 tahun ini berhasil menyelamatkan nyawa ratusan orang dalam peristiwa mengerikan yang telah menewaskan 139 nyawa di Crocus City Hall, sebuah gedung konser di Moskow tersebut.
Atas aksi heroiknya tersebut, pemerintah Rusia telah memberikan penghargaan terhadap Ali.
Remaja ini diketahui bekerja sebagai wardrobe attendant atau petugas yang mengurusi kostum di gedung tersebut.
Saat serangan teroris ini terjadi, dia tengah berada di tempat kejadian perkara.
Ketika dia mendengar suara-suara tembakan, dia langsung menyadari apa yang tengah terjadi.
Dia kemudian berupaya mengarahkan sejumlah pengunjung yang dalam kondisi panik untuk menjauhi lokasi berbahaya yang menjadi sasaran serangan.
Ali tidak meninggalkan gedung sampai semua orang berhasil dievakusi ke tempat yang lebih aman.
"Silahkan lewat sini untuk ke lokasi pameran (menjauhi lokasi terjadinya tembakan, Red)," teriak Ali memandu ratusan pengunjung konser yang panik.
Ali dalam sebuah wawancara mengatakan, dia memang tidak ingin meninggalkan seorangpun di belakangnya saat kejadian.
"Saya tidak menganggap diri saya sebagai pahlawan. Ini hanya bagian dari pekerjaan saya," ujar remaja berhidung mancung itu.
Dia menambahkan, lebih baik mengorbankan diri sendiri dari pada membiarkan seribu orang tewas.
Diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertama kalinya mengakui bahwa “kelompok Islam radikal” merupakan pelaku serangan terhadap gedung konser dekat Moskow.
Dia juga menegaskan bahwa Ukraina masih bisa berperan.
“Kekejaman ini mungkin hanya salah satu elemen dari serangkaian upaya yang dilakukan oleh mereka yang telah berperang dengan negara kami sejak tahun 2014,” kata Putin dalam pertemuan yang disiarkan secara publik dengan para pejabat pemerintah, mengacu pada pemerintah Ukraina.
Media pemerintah Rusia telah menyebarkan narasi bahwa Ukraina berada di balik serangan tersebut, meskipun ISIS mengaku bertanggung jawab.
AS dan Perancis sama-sama mengatakan bahwa ISIS adalah pihak yang bertanggung jawab, dan Ukraina membantah terlibat.
Sudah ada empat terduga pelaku yang ditahan atas peristiwa ini. Mereka adalah pekerja migran dari Tajikistan. (ksj)
Editor : Kimda Farida