LombokPost - Arab Saudi kembali menggebrak pelaksanaan ibadah Haji 2025 dengan sederet inovasi teknologi terkini.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah penggunaan drone pemadam kebakaran berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dijuluki "Falcon", yang untuk pertama kalinya dikerahkan saat puncak pelaksanaan rukun Islam kelima tahun ini.
Lebih dari 1,5 juta jemaah dari berbagai negara diperkirakan mengikuti Haji 2025, dengan puncaknya yaitu Wukuf di Arafah yang jatuh pada Kamis, 5 Juni 2025.
Untuk mengantisipasi kondisi darurat di tengah kepadatan, Arab Saudi menurunkan drone Falcon dengan kemampuan terbang hingga 12 jam dan membawa muatan mencapai 40 kilogram.
“Drone ini dilengkapi kamera termal, pemadam kebakaran serbaguna, sistem penyelamatan, serta kemampuan siaran langsung ke pusat komando,” ungkap Mayor Jenderal Hamoud bin Suleiman Al-Faraj, Direktur Jenderal Pertahanan Sipil, dalam Konferensi Pers Komandan Pasukan Keamanan Haji.
Penggunaan drone pemadam kebakaran ini menjadi bagian dari strategi Arab Saudi untuk mempercepat respons darurat sekaligus mengurangi risiko bagi petugas di lapangan, terutama di area yang sulit diakses.
Teknologi AI dan Inovasi Digital Dukung Layanan Haji 2025
Haji 2025 bukan sekadar ritual ibadah, tapi juga panggung implementasi teknologi cerdas.
Pemerintah Arab Saudi menerapkan lebih dari 32 teknologi digital, mulai dari robot panduan Manarah 2, aplikasi Smart Enrichment Assistant, hingga sistem pelacakan bagasi dan transportasi pintar.
Robot Manarah 2, misalnya, siap memberi panduan dalam lebih dari 20 bahasa dan ditempatkan di titik strategis seperti Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Sementara itu, Kartu Nusuk berfungsi mengatur kunjungan ke tempat suci serta mencegah jemaah tersesat.
Untuk sektor transportasi, Arab Saudi mengintegrasikan sistem Pusat Panduan Bus Makkah dengan platform Nusuk dan navigasi Arshidni.Tujuannya, memudahkan jemaah bergerak aman dan efisien menuju tempat ibadah.
Aplikasi Tawakkalna juga terus dikembangkan sebagai platform informasi kesehatan, menyediakan layanan medis darurat dan update situasi terkini di sekitar lokasi ibadah.
Aplikasi Murshid, Penemuan 2024 yang Kembali Diandalkan di Haji 2025
Meski pertama kali diluncurkan pada Haji 2024, aplikasi pencari jemaah tersesat bernama Murshid kembali dioperasikan secara penuh di musim Haji 2025.
Penemu asal Qassim, Suliman Saleh Al-Dhalea, merancang aplikasi ini untuk membantu melacak jemaah yang terpisah dari rombongan, terutama lansia dan disabilitas.
Murshid memiliki dua fitur utama: pelaporan jemaah hilang dan pelacakan pergerakan lokasi secara real-time.
Aplikasi ini terkoneksi dengan pemandu, relawan, hingga pengemudi taksi lokal yang siap membantu pencarian jemaah di area Makkah, Mina, Arafah, hingga Madinah.
Al-Dhalea menegaskan bahwa proyek ini bukan bersifat komersial. “Ini adalah bentuk kontribusi saya untuk negara. Dengan Murshid, hampir tak ada jemaah yang benar-benar hilang,” katanya.
Aplikasi ini bahkan telah terbukti membantu jemaah asal Iran yang tersesat, hanya beberapa jam setelah dilaporkan melalui Murshid.
Transformasi Pelayanan Haji Menuju Era Digital
Dengan hadirnya teknologi seperti drone pemadam kebakaran Falcon, robot AI, dan aplikasi penunjang seperti Murshid, Haji 2025 menjadi simbol transformasi pelayanan ibadah yang semakin mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi.
Seluruh inovasi ini tidak hanya membantu jemaah menunaikan rukun Islam kelima dengan tenang, tapi juga menegaskan komitmen Arab Saudi sebagai tuan rumah ibadah haji yang adaptif terhadap kemajuan zaman. (***)
Editor : Alfian Yusni