Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Peluk Al-Qur’an Hingga Ajal Menjemput: Kisah Nurly Syahirah Seorang Hafizah yang Tulis 30 Juz dengan Tangan

Lalu Mohammad Zaenudin • Selasa, 10 Juni 2025 | 13:20 WIB
Kisah Haru Nurly Shahirah UPSI: Hafal 30 Juz dan Menulis Al-Qur’an dengan Tangan
Kisah Haru Nurly Shahirah UPSI: Hafal 30 Juz dan Menulis Al-Qur’an dengan Tangan

 

LombokPost - Kisah Nurly Shahirah UPSI: Hafal 30 Juz, Tulis Al-Qur’an dengan Tangan, Wafat dalam Pelukan. 

 

Tragedi Mahasiswa UPSI

Tragedi mahasiswa UPSI yang terjadi di Jalan Raya Timur-Barat Banun, Gerik, membawa duka mendalam. Salah satu korban adalah Nurly Shahirah Azman, 23 tahun, yang dikenal sebagai seorang hafizah 30 juz Al-Qur’an.

Ia bukan hanya menghafal Al-Qur’an, tapi juga menuliskannya dengan tangan dari awal hingga akhir. Sebuah keteladanan yang jarang ditemukan.

 

Tulis Al-Qur’an dengan Tangan: Bukti Cinta Sejati Nurly Shahirah pada Al-Qur’an

"Almarhumah sangat suka mengulang hafalan Al-Qur’an. Dan dia menulis seluruh isi Al-Qur’an dengan tangan untuk memperkuat hafalannya," ujar Mohd Najmuddin Azman, kakak kandungnya.

 

Koleksi tahriri Al-Qur’an atau salinan tulisan tangan milik almarhumah sempat diunggah oleh keluarga. Tulisan yang rapi, indah, dan penuh dedikasi ini langsung viral di media sosial.

Kata kunci seperti Nurly Shahirah, Al-Qur’an, hafalan 30 juz, dan tulis tangan Al-Qur’an menjadi sorotan publik karena menunjukkan kekuatan spiritual dan ketekunan seorang mahasiswi muda.

 

Meninggal Dunia dalam Pelukan Al-Qur’an

Kisah ini makin menggetarkan hati saat sang kakak mengungkap bahwa Nurly Shahirah meninggal dunia dalam keadaan memeluk Al-Qur’an.

"Banyak yang sayang kamu, dik," tulis sang kakak.

 

Kisah Haru Nurly Shahirah UPSI: Hafal 30 Juz dan Menulis Al-Qur’an dengan Tangan
Kisah Haru Nurly Shahirah UPSI: Hafal 30 Juz dan Menulis Al-Qur’an dengan Tangan

 

Bahkan murid-murid mengaji yang pernah belajar dengannya mengirimkan pesan duka dan mengenangnya sebagai guru muda yang penuh semangat dan kelembutan.

 

Hafizah 30 Juz yang Konsisten Diuji Hafalan

Nurly Shahirah UPSI bukan hanya menghafal Al-Qur’an, tapi juga meminta secara rutin untuk diuji hafalannya. Ia disebut sebagai murid yang sangat serius dalam menjaga hafalan, menurut guru-gurunya di UPSI.

Dengan menulis Al-Qur’an secara manual, ia mengukir hafalannya bukan hanya di ingatan, tapi juga di lembaran kertas—dan kini, di hati jutaan orang yang membaca kisahnya.

 

Duka Malaysia, Tapi Juga Inspirasi Umat

Tragedi kecelakaan UPSI yang merenggut 15 jiwa kini menyisakan pelajaran mendalam: bahwa dalam duka, kita menemukan cahaya. Kisah Nurly Shahirah Azman adalah cahaya itu—tentang cinta, dedikasi, dan keindahan hidup dalam naungan Al-Qur’an.

 

Nurly Shahirah UPSI adalah sosok yang mewakili generasi muda yang hidup dalam pelukan nilai-nilai suci. Ia hafal 30 juz, menulis Al-Qur’an dengan tangan, dan meninggal dalam keadaan memeluk Al-Qur’an.

Namanya akan terus hidup dalam doa, inspirasi, dan kecintaan umat terhadap kitab suci.

 

Nurly Shahirah dan Tragedi UPSI

Q: Siapa Nurly Shahirah UPSI?
A: Mahasiswi UPSI berusia 23 tahun yang meninggal dalam kecelakaan bus, dikenal karena hafal 30 juz Al-Qur’an dan menulisnya dengan tangan.

Q: Apakah benar Nurly Shahirah menulis seluruh Al-Qur’an?
A: Ya. Ia menulis seluruh isi Al-Qur’an dengan tangan sebagai bagian dari penguatan hafalannya.

Q: Dalam kondisi apa ia wafat?
A: Ia meninggal dunia dalam keadaan memeluk Al-Qur’an.

Q: Di mana kecelakaan terjadi?
A: Di Jalan Raya Timur-Barat Banun, Gerik, Malaysia.

Q: Mengapa kisah ini viral?
A: Karena mengandung nilai spiritual tinggi—hafalan 30 juz, tulisan tangan Al-Qur’an, dan wafat dalam keadaan suci.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#UPSI #Tragedi mahasiswa UPSI #Nurly Shahirah #Wafat dalam pelukan Alquran #Menulis Alquran dengan tangan #alquran #Hafalan 30 juz