LombokPost - Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India (DGCA) telah memulai investigasi mendalam terkait penyebab kecelakaan pesawat Air India.
Kecelakaan pesawat Air India menjadi tragedi udara terburuk dalam 37 tahun terakhir di India.
Kecelakaan Air India terjadi hanya beberapa menit setelah pesawat lepas landas dari Bandara Delhi pada pukul 13.39 waktu setempat.
Sebelum kehilangan kontak, pilot pesawat Air India diketahui telah mengirimkan sinyal darurat mayday, yang menandakan adanya masalah serius di udara.
Dalam perkembangan terbaru, seorang penumpang bernama Akash Vatsa, yang juga menaiki pesawat yang sama dalam penerbangan sebelumnya rute Delhi–Ahmedabad, mengungkapkan adanya beberapa masalah teknis.
Vatsa mengaku bahwa sistem pendingin udara (AC) pesawat sempat mati saat pesawat berada di darat, meskipun hal tersebut dikatakan sebagai hal biasa oleh kru pesawat.
Namun, hal yang lebih mengkhawatirkan adalah ketidakstabilan suhu di ketinggian dan gerakan aneh pada penutup belakang sayap pesawat yang terus bergerak naik turun.
Keluhan ini menambah daftar masalah yang tengah diselidiki dalam kecelakaan Air India ini.
Penyelidikan oleh DGCA masih berjalan, dan meskipun keluhan terkait kerusakan AC dan gerakan sayap belum dapat dikonfirmasi sebagai penyebab teknis kecelakaan, para ahli penerbangan menilai bahwa gejala tersebut tidak bisa diabaikan dalam analisis lebih lanjut.
DGCA India juga mengonfirmasi bahwa kotak hitam pertama telah ditemukan di area kompleks perumahan medis di dekat lokasi kejadian.
Kotak hitam yang ditemukan berada di bagian ekor pesawat. Namun, kotak hitam kedua yang terletak di bagian depan pesawat masih dalam pencarian.
Pihak berwenang telah menyatakan bahwa mereka akan terus mengumpulkan peralatan dan data untuk menganalisis rekaman yang ada dalam kotak hitam tersebut.
Hingga berita ini ditulis, kotak hitam kedua belum ditemukan, dan penyelidikan terus berlangsung untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada penerbangan tragis ini.
Tragedi ini menjadi perhatian besar, baik dari kalangan masyarakat, pihak berwenang, maupun para ahli penerbangan, karena tidak hanya menyangkut keselamatan penerbangan, tetapi juga memberikan pelajaran berharga terkait pentingnya pemeliharaan dan kesiapan pesawat sebelum penerbangan.
Seluruh dunia kini menunggu hasil akhir dari investigasi yang dilakukan oleh DGCA untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan Air India ini.
Editor : Rury Anjas Andita