Iran Bikin Iron Dome Israel Error Saling Tembak, Begini Strategi Pinternya!
Lalu Mohammad Zaenudin• Senin, 16 Juni 2025 | 22:52 WIB
LANGIT ISRAEL: Sistem Iron Dome Israel dikanatkan saling menghancurkan karena strategi jenius dari Iran.
Iran Bikin Iron Dome Israel Saling Tembak, Begini Strategi Pinternya!
LombokPost - Trita Parsi – Quincy Institute, AS CNN (dirangkum Dhaka Tribune) mengatakan, "Israel mengira sudah memutus komando Iran setelah menewaskan para jenderal senior, tapi struktur itu langsung tersusun lagi. Sekarang rudal Iran menembus seluruh lapisan pertahanan Israel.”
Itay Mack – analis dan pengacara HAM Israel (tulis di Haaretz) Dikutip Tasnim (re-post 16 Juni) “Setiap jenderal yang dibunuh Israel segera diganti; Tel Aviv sedang menipu publiknya sendiri dengan propaganda soal ‘kemenangan’.”
Laporan kolaboratif ET Online (mengutip pakar RUSI & pensiunan USAF) The Economic Times Artikel menegaskan Israel “signifikan salah hitung” ketahanan militer Iran; serangan udara & pembunuhan elite tak membuat Iran rapuh, malah “memperlihatkan Israeli overreach”.
Gelombang Rudal ke-8: Iran Pamer Metode Baru
Senin dini hari, 16 Juni 2025, langit Tel Aviv kembali bergetar. Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) menembakkan gelombang rudal ke-8 dengan taktik ‘lintasan silang’ yang bikin Iron Dome Israel kelimpungan.
Klaimnya bikin tentara Israel gerah: lapisan pertahanan mahal — dari Arrow, David’s Sling, sampai Iron Dome — malah saling ‘mengunci’ rudal pencegatnya sendiri. Akibatnya? Beberapa rudal Iran sukses lolos, meledak di Tel Aviv dan Haifa.
Resmi dari IDF: 80–90% intersep sukses, tapi kebocoran kecil saja bikin gedung ambruk dan korban melonjak. Sejak 13 Juni, korban Israel tembus 24 tewas, 500+ luka. Iran balas dendam? Tercatat 224 orang syahid di Iran akibat serangan balik Zionis.
Iran sengaja menembakkan rudal dari arah & ketinggian berbeda. Lintasan silang bikin sistem pertahanan Israel rebutan target di udara. Arrow & David’s Sling kebingungan; Iron Dome di bawahnya makin kelabakan hadapi serpihan pencegat.
2. Umpan & Jamming Ringan
Iran sisipkan decoy radar plus jamming tipis-tipis. Radar Israel dipaksa kerja ekstra keras, filter makin rapat, tapi resiko salah baca juga naik. Rudal palsu bikin sensor Israel puyeng.
3. Rudal Pintar: Haj Qassem & Qassem Basir
Seri terbaru ini bisa berbelok zig-zag di fase akhir, plus sensor optik mandiri (tanpa GPS). Akurasi tetap tajam, lintasan makin susah ditebak Iron Dome. Algoritma Israel? Disuruh mikir keras sampai overheat!
Mana Buktinya?
Iran klaim tak main-main. Tapi bukti radar publik? Nihil. Yang beredar cuma video cahaya di langit Tel Aviv, belum diverifikasi. IDF cuma bilang serangan terlalu banyak, bukan ‘saling tembak’.
Analis netral pun bilang: kemungkinan besar volume overload, bukan tembakan saling bunuh. Tapi secara teori, kalau rudal lawan 300+ unit serentak, software pertahanan pasti ngos-ngosan.
Siapa Bilang Apa?
IRGC: “Tameng Zionis retak. Musuh kebingungan.”
IDF: “Intersep tetap dominan. Kerugian minimal.”
Media Barat: “Belum ada verifikasi, klaim Iran perlu bukti lebih kuat.”
Analis Australia: “Penetrasi Iran ada, tapi belum bisa diklaim menaklukkan Iron Dome.”
Narasi atau Fakta?
Tabrakan lintasan pencegat secara teknis mungkin, apalagi kalau data pusat Iron Dome overload. Jaringan kendali Hod HaShamayim bisa drop kalau serangan super masif.
Tapi tanpa log radar & pecahan pencegat ‘friendly fire’, semua masih di level perang psywar. Iran untung dapat moral boost, Israel makin tertekan di forum internasional.
Apa Yang Patut Dipantau?
- Bukti radar Israel (kalau berani dibuka ke publik) - Citra satelit sebaran puing pencegat - Gelombang serangan lanjutan — kalau ‘metode baru’ Iran konsisten bikin kebocoran, narasi ‘Iron Dome error’ makin kuat.
Iran Taktik Jenius, Israel Tekor Moral
Iran buktikan kalau volume, lintasan silang, umpan, dan rudal bermanuver bisa bikin tameng super mahal Israel megap-megap. ‘Saling tembak’ masih perlu bukti resmi, tapi di lapangan, Iron Dome tertekan adalah fakta.
Dalam era rudal & drone canggih, siapa punya otak kreatif dan kantong tebal — dia yang pegang kendali di langit Timur Tengah!