Peringatan itu disampaikan langsung oleh Mayor Jenderal Sayyid Abdolrahim Mousavi, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, dalam siaran televisi nasional pada Selasa (17/6).
Ia menegaskan bahwa Iran akan melancarkan serangan balasan lebih besar ke Israel, sebagai bentuk hukuman atas agresi militer Tel Aviv yang menargetkan warga sipil dan wartawan Iran.
Baca Juga: Iran Hancurkan Markas Intelijen Militer Israel di Tel Aviv, Unit 8200 Jadi Sasaran
“(Iran) tidak pernah tunduk pada agresi apa pun, dan, sambil berdiri teguh melawan tindakan biadab ini, akan membuat rezim Zionis membayar kejahatannya, Insya Allah,” tegas Jenderal Mousavi.
Ia menuduh Israel melanggar hukum internasional, termasuk membunuh wanita, anak-anak, serta profesional media dari Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB). Serangan tersebut, katanya, dimaksudkan untuk membungkam suara kebenaran yang selama ini mengungkap kejahatan Zionis di Gaza dan Lebanon.
Serangan Iran ke Israel selama beberapa hari terakhir, menurutnya, telah berhasil menghantam target vital dan sensitif, berkat koordinasi pasukan elit IRGC, pertahanan udara, dan dukungan penuh dari Angkatan Darat serta Kementerian Pertahanan Iran.
Namun, Jenderal Mousavi menyebut serangan-serangan itu belum menggambarkan kekuatan penuh Iran.
“Kami akan mengerahkan peralatan canggih kami kapan pun dianggap perlu. Gagasan bahwa persediaan rudal kami menipis adalah menggelikan. Kami belum menggunakan persenjataan strategis kami,” tegasnya.
Ia bahkan memperingatkan para pemukim di Tel Aviv dan Haifa untuk segera meninggalkan wilayah pendudukan sebelum serangan besar Iran berikutnya dilakukan.
Iran menegaskan tidak akan tunduk, dan akan membalas setiap tumpah darah warga serta martirnya. Iran menyatakan seluruh dunia harus tahu bahwa negara itu siap melakukan serangan strategis ke jantung kekuatan militer Israel jika provokasi terus berlanjut.
Dengan eskalasi terbaru ini, konflik Iran-Israel kian mendekati fase paling genting, di mana perang terbuka di kawasan semakin sulit dihindari.
Editor : Redaksi Lombok Post