Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, Putin dukung nuklir damai Iran dan mengecam keras ancaman AS dan agresi Israel terhadap Teheran.
Dalam wawancara dengan Sky News Arabia yang dikutip Sabtu (15/6), Putin menegaskan bahwa Rusia mendukung Iran untuk mengembangkan energi nuklir Iran selama tetap pada jalur damai.
Bahkan, Moskow siap memberikan dukungan teknis melalui perusahaan nuklir Rusia, Rosatom, yang kini juga mengoperasikan pembangkit listrik nuklir Bushehr di Iran.
“Segala bentuk kekhawatiran soal program nuklir Iran harus diselesaikan melalui dialog dan kesepakatan internasional, bukan melalui ancaman,” tegas Putin.
Ancaman AS dan Eskalasi Israel ke Iran
Pernyataan Putin dukung nuklir damai Iran datang di saat situasi memanas, setelah Israel melakukan agresi militer ke wilayah Iran, yang disinyalir didukung oleh Amerika Serikat. Agresi itu terjadi bersamaan dengan terhambatnya negosiasi nuklir tak langsung antara AS dan Iran.
Pemerintahan Donald Trump sebelumnya telah menjadikan program nuklir Iran sebagai alasan untuk melontarkan berbagai bentuk ancaman, termasuk opsi intervensi militer.
Iran sendiri menegaskan bahwa seluruh aktivitas nuklirnya murni untuk kebutuhan energi, bukan persenjataan.
Putin Tolak Retorika Perang, Serukan Dialog Nuklir
Presiden Putin secara tegas menyatakan bahwa Rusia menolak retorika perang dari Amerika Serikat, dan mendukung jalan dialog untuk menyelesaikan isu nuklir Iran.
Menurutnya, penyelesaian damai lebih efektif ketimbang intervensi sepihak yang justru memicu instabilitas kawasan.
Ketegangan semakin meningkat setelah IAEA (Badan Energi Atom Internasional) mengeluarkan resolusi kontroversial yang disebut-sebut didorong oleh negara-negara Eropa dan AS. Resolusi tersebut disebut memberi legitimasi tidak langsung bagi Israel untuk melakukan tindakan militer terhadap Iran.
Respons Iran dan Ancaman Balasan Trump
Iran bereaksi keras terhadap serangan Israel yang diklaim sebagai bentuk agresi teroris. Tak lama berselang, Presiden Donald Trump memberikan pembenaran terhadap aksi tersebut dan bahkan mengeluarkan ancaman terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Editor : Redaksi Lombok Post