Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Iran Tak Gentar Lawan Amerika, Program Nuklir Akan Tetap Jalan Dengan Dukungan Rusia

Redaksi Lombok Post • Minggu, 22 Juni 2025 | 23:38 WIB

RUDAL IRAN: Sistem pertahanan udara Israel diaktifkan untuk mencegat rudal Iran di atas kota Tel Aviv, Israel, Rabu (18/6) dini hari. Meski masih bergejolak, pemerintah belum evakuasi WNI.
RUDAL IRAN: Sistem pertahanan udara Israel diaktifkan untuk mencegat rudal Iran di atas kota Tel Aviv, Israel, Rabu (18/6) dini hari. Meski masih bergejolak, pemerintah belum evakuasi WNI.
LombokPost — Meskipun Amerika Serikat menyerang tiga fasilitas nuklir di Iran, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menegaskan bahwa Iran akan tetap melanjutkan program nuklirnya, termasuk kemungkinan mengembangkan senjata nuklir di masa depan.

Medvedev menyebut agresi udara yang dilakukan pasukan AS terhadap lokasi nuklir Fordow, Natanz, dan Isfahan sebagai pelanggaran hukum internasional dan integritas teritorial Iran. Ia menyampaikan hal itu dalam pernyataan tegasnya di platform X, Minggu (22/6).

“Pengayaan material nuklir Iran akan tetap berlanjut, dan kini kita bisa katakan secara gamblang: produksi senjata nuklir di masa depan bukan hal yang mustahil,” tegasnya.

Iran Tak Goyah, Sistem Politik Makin Kuat


Meski dihantam serangan udara, menurut Medvedev, infrastruktur vital nuklir Iran tidak mengalami kerusakan besar. Bahkan, sebagian besar fasilitas telah dievakuasi sebelumnya, termasuk pemindahan uranium ke lokasi aman.

“Sistem politik Iran tetap stabil dan bahkan semakin kuat. Rakyat bersatu di belakang kepemimpinan spiritual mereka,” ujar wakil ketua Dewan Keamanan Rusia tersebut.

Medvedev juga mengkritik Presiden AS Donald Trump yang justru melancarkan serangan saat kampanye mengusung perdamaian. Ia menilai tindakan Trump kontraproduktif dan menutup peluangnya meraih Hadiah Nobel Perdamaian.

Dunia Tolak Agresi AS dan Israel


Serangan AS ini disebut sebagai bagian dari eskalasi konflik sejak 13 Juni, yang menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk ilmuwan, komandan militer, dan pelajar.

“Mayoritas negara dunia menentang agresi Amerika dan Israel,” tegas Medvedev.

Serangan udara AS ini juga menjadi sinyal keras terhadap geopolitik global, khususnya menyangkut masa depan program nuklir Iran yang sejak lama jadi perhatian dunia.

Sementara itu, pertahanan udara Iran berhasil diaktifkan tepat waktu, mencegah kerusakan besar di ketiga situs tersebut, kecuali beberapa titik masuk dan keluar fasilitas.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Dmitry Medvedev #Amerika Serikat #Israel #iran #nuklir iran