LombokPost - Bintang Timnas Indonesia, Kevin Diks, terjebak di Doha, Qatar, usai mendengar ledakan hebat yang diduga berasal dari serangan rudal Iran.
Insiden ini terjadi di tengah memanasnya konflik Iran-Israel yang kini mulai berdampak langsung terhadap mobilitas internasional, termasuk penerbangan komersial.
"Teman-teman, kami sekarang sedang berada di Doha dan baru saja mendengar ledakan dari tentara Iran. Akan saya beri kabar terbaru nanti!" tulis Kevin melalui akun Instagram resminya, @kevindiks2.
Ledakan yang terdengar di sekitar Bandara Internasional Hamad itu diduga berasal dari serangan rudal Iran ke Pangkalan Udara Al Udeid, yang menjadi markas militer utama Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Ruang Udara Qatar Ditutup Mendadak
Pemerintah Qatar sempat menutup ruang udara selama beberapa jam untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan.
Akibatnya, Kevin Diks yang sedang dalam masa transit menuju Eropa harus terjebak di Doha tanpa kejelasan.
"Sedikit kabar terbaru. Ruang udara sudah dibuka selama dua jam terakhir dan tidak ada yang tahu apa yang terjadi dengan penerbangan mereka. Entah saya akan tertunda sekitar enam atau tujuh jam, atau penerbangannya akan dibatalkan," ujar Kevin dalam update berikutnya.
Sementara itu, otoritas penerbangan Qatar memastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut.
Mereka mengklaim rudal berhasil diintersep oleh sistem pertahanan udara. Namun, langkah penutupan ruang udara dilakukan demi keselamatan seluruh pihak.
Situasi ini jelas mengkhawatirkan bagi Timnas Indonesia, mengingat Kevin Diks baru saja menyelesaikan agenda kualifikasi Piala Dunia.
Ia juga baru kembali dari liburan singkat di Lombok sebelum bertolak ke Eropa. Konflik Iran-Israel kini bukan hanya jadi isu kawasan, tetapi mulai berimbas pada atlet-atlet Indonesia yang tengah menjalani jadwal internasional.
Sebelumnya, Kevin dikabarkan akan segera bergabung dengan Borussia Mönchengladbach di Bundesliga Jerman setelah memperkuat FC Copenhagen.
Gangguan penerbangan ini bisa saja menghambat jadwal latihan atau transfernya secara administratif.
Serangan Iran ke wilayah dekat Doha merupakan bentuk balasan atas dukungan logistik negara-negara Teluk kepada Israel.
Qatar sejauh ini memilih sikap netral, namun karena menampung pangkalan militer asing, negara ini ikut terdampak.
Pemerintah Amerika Serikat dan Inggris telah mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk tetap waspada dan mengikuti arahan keamanan dari kedutaan besar masing-masing.
Hingga berita ini ditulis, Kevin Diks masih menunggu kepastian penerbangan. Belum ada konfirmasi apakah ia akan bisa melanjutkan perjalanan dalam waktu dekat atau harus menginap lebih lama di Doha. (***)
Editor : Alfian Yusni