Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Melihat Perkembangan Terkini Kondisi Jemaah Haji Indonesia Gagal Kembali ke Tanah Karena Perang Iran Dengan Israel

Diwan Prima • Rabu, 25 Juni 2025 | 20:51 WIB
Ilustrasi proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi ke Tanah Air.
Ilustrasi proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi ke Tanah Air.

LombokPost - Perang antara Iran dan Israel menyebabkan pemulangan jemaah haji Indonesia menjadi tertunda.

Setidaknya, terdapat dua Kelompok Terbang (Kloter) asal Surabaya yang ditunda pemulangannya ke Tanah Air akibat konflik antar dua negara itu.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Hilmab Latief tak memungkiri bahwa penundaan dua Kloter itu karena alasan keamanan jalur udara.

Hilman Latief menambahkan, dua Kloter dari Embarkasi Surabaya itu adalah SUB 43 dan SUB 44.
Setiap Kloternya, berjumlah sekitar 380 jemaah.

"Atas pertimbangan keamanan, karena situasi eskalatif di sejumlah wilayah Timur Tengah, maskapai Saudia Airlines memutuskan untuk menunda keberangkatan kedua kloter tersebut," ungkap Hilman di Makkah, Selasa, 24 Juni 2025.

Walau demikian, Hilman menambahkan seluruh jemaah di dua kloter asal Surabaya itu telah dipastikan aman dan kini menanti jadwal penerbangan berikutnya dari hotel di Jeddah.

"In sya Allah kita terus melakukan pendorongan jemaah sesuai dengan program yang kita desain. Sebagian sudah tiba di Bandara Jeddah untuk kembali ke Indonesia, sementara sebagian lainnya masih berada di Madinah dan akan tinggal sekitar sembilan hari ke depan sebelum dijadwalkan pulang,” papar Hilman.

Lebih lanjut Hilman mengungkapkan bahwa seluruh jemaah sudah ditempatkan dengan aman di hotel-hotel di Jeddah sambil menunggu kabar selanjutnya dari maskapai.

"Hingga kini belum ada jadwal terbaru, tapi insya Allah akan segera diberangkatkan setelah rotasi pesawat memungkinkan,” ungkapnya.

Hilman menambahkan bahwa, sebagian besar maskapai yang digunakan jemaah Indonesia melalui rute aman seperti wilayah udara Oman.

Karena itu, penerbangan kloter-kloter lainnya masih berlangsung sesuai jadwal.

“Koordinasi terus kita lakukan dengan KJRI, KBRI, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, serta para penyedia layanan (syarikah). Kami juga sedang mempersiapkan fase pemulangan dari Madinah yang akan dimulai pada 26 Juni,” paparnya.

Terpisah, Menteri Agama, Prof Nasaruddin Umar mengatakan, konflik antara Israel dan Iran sempat menjadi isu pada operasional penerbangan yang digunakan jemaah haji Indonesia.

"Ini yang kita khawatirkan, ya. Dengan penyerangan terhadap Doha (Qatar) itu kan agak sedikit menyerong ke kiri ya. Jadi itu bisa sedikit agak terganggu,” ungkap Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa, 24 Juni 2025.

Nasaruddin pun mengajak seluruh masyarakat Muslim Indonesia, turut mendoakan keselamatan dan kelancaran proses ibadah haji, khususnya bagi para jemaah Indonesia yang saat ini tengah dalam masa pemulangan jemaah ke Tanah Air

Menteri Agama pun tak memungkiri bahwa jalur penerbangan pesawat haji yang melintasi kawasan Timur Tengah sempat mengalami penyesuaian karena eskalasi ketegangan antara Iran dan Israel.

Jelas saja, hal ini berdampak pada setidaknya satu penerbangan yang mengalami keterlambatan dari jadwal yang harusnya.

Namun syukurnya, Menag mengungkapkan bahwa saat ini jadwal penerbangan jemaah haji sudah mulai lancar.

“Tapi saya dengar hari ini sudah mulai lancar, karena agak sedikit menyerong ke kiri. Nah mudah-mudahan lah. Kita berdoa semoga situasi menjadi lebih baik,” ujarnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Israel #iran #pemulangan #jemaah haji indonesia #perang