LombokPost - Donald Trump melakukan somasi terhadap dua media besar di Amerika Serikat, gara-gara perang Iran dan Israel belakangan ini.
Presiden Amerika Serikat itu sepertinya tidak terima dengan isi pemberitaan terkait serangan tentara Amerika Serikat ke tiga wilayah di Iran yang diklaim sebagai pusat nuklir di negara itu.
Diketahui sebelumnya, Donald Trump mengklaim bahwa tentara Amerika Serikat (AS) telah berhasil menghancurkan sejumlah pusat nuklir di Iran.
"SITUS-SITUS NUKLIR IRAN SUDAH BENAR-BENAR HANCUR!" kata Trump dalam unggahan di Truth Social, beberapa waktu lalu.
Namun sayangnya, pernyataan Presiden AS itu sepertinya bertolak belakang dengan isi pemberitaan di CNN dan New York Times.
Kedua media itu memberitakan bahwa berdasarkan hasil penilaian awal intelijen oleh Komando Pusat AS atau CENTCOM, menyatakan serangan AS ke fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni 2025 itu, tidak menghancurkan inti program nuklir Teheran, seperti yang diklaim Trump.
Hal itulah yang membuat Presiden AS itu seperti kebakaran jenggot. Sehingga ia, melayangkan surat somasi ke kantor dua media besar di AS tersebut.
Sebelumnya, Presiden AS itu pun membuat postingan di akun media sosialnya X @realdonaldtrump.
"FAKE NEWS CNN TOGETHER WITH FAILING The NEW YORK TIMES, HAVE TEAMED UP IN AN ATTEMPT TO DEMEAN ONE OF THE MOST SUCCESFULLY MILITARY STRIKES IN HISTORY. THE NUCLEAR SITES IN IRAN ARE COMPLETELY DESTROYED. BOTH ARE CNN AND THE NEW YORK TIMES ARE GETTING SLAMMED BY THE PUBLIC," tulis Donald Trump.
Sementara itu, baik CNN dan The New York Times membantah bahwa berita yang mereka buat adalah hoax.
Soalnya, sebelum menerbitkan berita tersebut, redaksi kedua media itu sudah melakukan cek dan ricek terlebih dahulu.***
Editor : Siti Aeny Maryam