Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kilau Mutiara Lombok Memancar di Kota Yarmouk Kuwait,  Tiap Item Mutiara Dilengkapi Sertifikat Keaslian

Nurul Hidayati • Rabu, 23 Juli 2025 | 21:34 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
  

Mutiara Lombok berhasil melalang buana sampai ke Kuwait.

Ini berkat kegigihan salah satu puteri asli Lombok Nia Amelya Nawwaf.

Mantan karyawan bank ini sukses membangun Niwa Lombok Pearl di salah satu negara Timur Tengah itu.

Pagi itu, udara Yarmouk, salah satu kawasan paling berkembang di Kuwait, terasa begitu hidup. Di tengah gemuruh persiapan pameran, Nia Amelya Nawwaf bergerak cekatan.     

Ini bukan sekadar pameran biasa baginya. Namun ini adalah jembatan yang menghubungkan keindahan Lombok dengan kemewahan Kuwait. Dari dalam kotak-kotak beludru yang tersusun rapi, ia mulai mengeluarkan ratusan model perhiasan mutiara.

Nia mengenakan setelan pakaian berwarna hijau yang elegan mulai menata satu per satu perhiasan mutiara di atas meja pameran. Kilau putih, krem, dan keperakan dari mutiara-mutiara itu memantulkan cahaya lembut, menciptakan pemandangan yang memukau.

Ada cincin-cincin dengan desain rumit yang seolah memeluk erat mutiara-mutiara bulat sempurna, gelang-gelang yang melingkari pergelangan tangan dengan anggun, kalung-kalung yang menjuntai indah, anting-anting yang berayun memikat, hingga bros hijab yang dirancang artistik. Semuanya terbuat dari mutiara Lombok yang Nia bawa jauh dari tanah kelahirannya.

Di balik kilau perhiasan itu, tersembunyi sebuah cerita panjang tentang mimpi besar Nia untuk membawa kekayaan budayanya ke panggung global. Exhibition di Yarmouk ini adalah momen puncak dari perjuangan panjang, sebuah harapan agar setiap mutiara dapat menemukan pemiliknya dan terus memancarkan pesona Lombok di negeri orang. Dengan senyum tipis, Nia menatap tumpukan perhiasan di depannya, siap menyambut pengunjung dan membagikan kisah indah di balik setiap kilau mutiara Lombok.   

Nia dulunya adalah seorang karyawan perbankan di salah satu bank internasional di Jakarta. Setelah menyelesaikan kuliah dan bekerja di ibu kota, takdir membawanya hijrah ke Kuwait pada tahun 2000, mengikuti sang suami. Perempuan yang berasal dari Ampenan, Lombok, NTB ini pun memulai babak baru hidupnya, membangun keluarga dan asa di Kuwait.

Meski usianya kini menginjak 53 tahun, semangat berbisnis Nia tak pernah padam. Uniknya, ketertarikan pada bisnis mutiara sudah ada bahkan sebelum ia menikah. "Alhamdulillah orang-orang juga selalu tertarik dengan apa yang saya gunakan, sehingga ada ide berbisnis di bidang ini," kata Nia yang hobi traveling tersebut.

Sempat vakum beberapa tahun, kecintaannya pada perhiasan akhirnya membangkitkan kembali gairah bisnisnya. Alasan utama menghidupkan kembali bisnis ini sederhana karena kecintaan pada mutiara Lombok. Kedua, ia melihat ada peluang besar di Kuwait, di mana banyak orang masih beranggapan mutiara hanya berasal dari Bahrain.

"Untuk itu saya ingin menyakinkan mutiara dari Indonesia pun tidak kalah bagusnya dari negara lain. Dengan desain yang lain daripada yang lain," tuturnya penuh keyakinan.

Tentu, memulai bisnis mutiara di negeri orang punya tantangan tersendiri. Nia bercerita, kendala bahasa menjadi hambatan terbesar saat promosi kepada warga lokal Kuwait. Namun, hal itu tak menyurutkan langkahnya. Pasokan mutiara dari Lombok didapatkannya melalui ekspedisi atau dibawa langsung (hand carry). Pemasaran pun digencarkan melalui media daring, pameran (exhibition), dan aktif berpartisipasi dalam organisasi kemasyarakatan lokal maupun internasional.

PASARKAN MUTIARA LOMBOK: Nia Amelya Nawwaf (baju hijau) saat memasarkan mutiara Lombok pada salah satu pameran di Kota Yarmouk, Kuwait, beberapa waktu lalu.
PASARKAN MUTIARA LOMBOK: Nia Amelya Nawwaf (baju hijau) saat memasarkan mutiara Lombok pada salah satu pameran di Kota Yarmouk, Kuwait, beberapa waktu lalu.

Nia menjelaskan, yang membedakan mutiara Lombok dengan mutiara dari daerah lain adalah ukuran dan bentuknya yang unik. Target pasar utamanya di Kuwait adalah warga lokal dan para ekspatriat. Respons pasar Kuwait terhadap produk mutiara dari Lombok ternyata sangat positif. Meskipun ia mengakui masih banyak yang kurang memahami perbedaan antara mutiara air laut dan air tawar, antusiasme itu menjadi energi positif baginya.

Strategi yang digunakan agar produknya bersaing di pasar luar negeri adalah gencar bersosial media dan aktif mengikuti pameran-pameran yang diadakan oleh event lokal di Kuwait. Nia sangat menjaga kualitas produk dan kepercayaan pelanggan. Setiap item mutiara disertai sertifikat keaslian dan penjelasan detail komponen produk. "Kuncinya jujur dan komitmen," imbuhnya.

Pemasaran via media sosial dan platform digital sangat membantu memperluas jangkauan ke mancanegara. Bahan baku sendiri masih bekerja sama dengan para perajin atau petani mutiara di Lombok, menjalin ikatan kuat dengan kampung halaman. Nia juga selalu memberikan informasi desain terkini dan packaging items kepada para UMKM di Lombok, sebuah kontribusi nyata bagi pengembangan mereka.

Untuk saat ini, Nia belum berencana membuka cabang atau memperluas pasar ke negara lain. Ia masih fokus di sekitar Kuwait dan Indonesia. Pelajaran paling berharga dari perjalanan merantau dan berbisnis ini adalah menghadapi kendala komunikasi, mengingat mayoritas orang di Kuwait menggunakan bahasa Arab. Namun, di sisi lain, ia bisa berkenalan dengan banyak orang melalui usahanya juga memperkaya jaringannya.

"Arti kesuksesan menurut saya ketika pencapaian target dan tujuan yang telah ditetapkan berhasil dicapai dan selalu menjaga hubungan baik pada semua orang dengan komitmen yang tepat," katanya, memancarkan kebahagiaan. (NURUL HIDAYATI, MATARAM/bersambung/r3)

Editor : Siti Aeny Maryam
#kuwait #sertifikat #mutiara #perhiasan #Lombok