Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Akbar Samudra Tarik Perhatian Anak-Anak Muda Lombok lewat Konten Flexing, Selalu Selipkan Kata-kata Inspiratif dalam Konten

Nurul Hidayati • Jumat, 1 Agustus 2025 | 09:06 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
  

Selain bekerja di restoran di Amerika Serikat (AS), Ozii Ramdani, yang akrab disapa Akbar Samudra juga adalah konten kreator.

Melalui konten-konten pendeknya, pemuda dari Sakra Barat, Lombok Timur punya cara berbeda membakar semangat kaum muda Lombok untuk bisa maju memperbaiki hidup.

Ini kisahnya!

Baca Juga: Pelindo Perkuat Kapasitas Warga Promosikan Desa Wisata Senteluk Dengan Pelatihan konten Kreator

Di halaman sebuah rumah di Amerika Serikat, Akbar Samudra tampak larut dalam nostalgia.

Bersama dua sahabat karibnya, ia duduk di depan sebuah panggangan sate, asap tipis mulai mengepul membawa aroma samar yang menggugah kenangan.

Bukan sate biasa yang mereka siapkan, melainkan Sate Rembiga, hidangan khas Lombok yang selalu membangkitkan kerinduan Akbar akan kampung halamannya.

Ini bukan hanya sekadar acara memanggang sate. Ini adalah upaya untuk membawa sebagian kecil dari Lombok ke tengah mereka, untuk merayakan persahabatan. Dan yang terpenting, untuk mengobati kerinduan Akbar Samudra akan kampung halaman.

Kisah hidupnya bukan hanya tentang sukses, tapi juga sebuah perjalanan dramatis penuh perjuangan.

Keinginan terbesarnya adalah membakar semangat anak muda Lombok agar berani keluar dari garis kemiskinan.

Akbar tak pernah lupa pahitnya masa lalu. Awal hingga dirinya kini memilih merantau karena kehidupan yang dialami sebelumnya masuk kategori miskin dan bahkan dirinya pernah tidak makan karena kelaparan dan tidak ada uang.

"Kalau yang kenal saya pernah tahu saya sampai kelaparan," kisahnya, suara getir masih terasa.

Momen-momen gelap di masa lalu itulah yang menempa tekad Akbar untuk mengubah nasib. Perjalanannya tak instan. Sebelum terbang jauh, ia mengasah diri di Pare untuk belajar bahasa, lalu bekerja di Gili Trawangan. Di sanalah, berinteraksi dengan berbagai kalangan, kemampuan bahasa Inggrisnya terasah dan inspirasi untuk bekerja di luar negeri mulai bersemi. Itu tahun 2016. Ia pun memilih jalur kapal pesiar.

Mental yang terbentuk inilah yang membuatnya lebih berani berinteraksi dengan orang dari berbagai belahan dunia. Termasuk ketika Gempa Lombok 2018 mengguncang. Saat itu ia masih di kapal pesiar, namun perusahaan memberinya izin pulang untuk menengok keluarga yang kena musibah. Setelah itu, ia kembali bekerja, mengarungi lautan, hingga akhirnya pada 2022 berhasil menetap dan bekerja secara legal di Amerika Serikat.

"Saya sudah bekerja di Amerika Serikat tiga tahun ini," kata Akbar Samudra, bangga.

Ia pun bercerita kalau kerja di Amerika, kata Akbar, semua kebutuhan dasar seperti makan, tempat tinggal, dan transportasi (jika tak punya kendaraan) ditanggung, kecuali gaya hidup. Ia pun legal mengendarai mobil mewahnya, karena punya izin dan membayar pajak. "Dengan merantau ini membuat saya keluar dari garis kemiskinan," tegasnya.

Kini, sebagai konten kreator sukses, Akbar menggunakan strateginya sendiri. Diakui memang dirinya sengaja membuat konten yang flexing atau pamer-pamer kemewahan. Ini bukan tanpa alasan tapi inilah yang disukai anak muda saat ini.

"Anak muda sekarang senang kemewahan," sambungnya.

Dengan Bahasa Sasak dan diiringi musik lokal dari The Datu, Akbar mengunggah kesehariannya bekerja di Amerika. Kontennya singkat, maksimal dua menit, namun sarat pesan. Walaupun flexing tapi terselip kata-kata inspiratif anak muda Lombok. Biar semangat membara dan terbakar begitu melihat kontennya.

"Saya anak muda biasa yang benar-benar dari kampung desa terpencil, bisa seperti ini kenapa anak muda Lombok lainnya tidak," ujarnya. Inilah pesan yang ingin disampaikan Akbar ke semua anak muda Lombok melalui kontennya.

Akbar memahami betul karakter anak muda sekarang yang cepat terpancing melihat kemewahan. Itu sebabnya ia menyisipkan pesan motivasi di balik pameran kesehariannya. Jadinya ketika menyampaikan pesan harus cari apa yang disuka dulu oleh anak muda zaman sekarang. Agar pesan yang akan disampaikan saya bisa tersampaikan dan anak muda Lombok mau mendengarkan.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Tujuan utama Akbar adalah membangun semangat anak muda untuk keluar dari kemiskinan. Bagi yang punya modal, kembangkan usaha. Bagi yang belum, seperti dirinya, ia menyarankan lebih baik kabur dulu dari Lombok merantau untuk gali potensi diri, pengalaman dan pengetahuan juga kumpulkan modal. Ia menekankan nilai lebih dari sebuah perantauan. "Kuncinya kabur dari Lombok itu akan dapat valuenya itu more than money," cetusnya.

Akbar sendiri membuat konten sesuai dengan keinginan penonton. Dari analisisnya, penonton saat ini tak suka durasi panjang, sehingga ia fokus pada konten singkat, padat, dan jelas di TikTok, Instagram, serta Facebook, dengan durasi maksimal dua menit.

Ciri khas kontennya yang menggunakan Bahasa Sasak berlatar musik The Datu adalah bentuk kolaborasi resmi yang saling mendukung dan memajukan Pulau Lombok. Menurutnya kalau membuat konten saat ini sangat mudah. Ketika kesulitan untuk menemukan skrip yang tepat bisa memanfaatkan teknologi AI yang kini sangat mudah di akses. Sehingga sudah tidak ada alasan untuk tidak memulai konten yang ingin dikembangkan.

Yang tak kalah penting, Akbar menekankan pentingnya membangun personal branding. Hal ini penting mengingat, personal branding inilah yang akan dikenal masyarakat.

BUAT SATE REMBIGA: Akbar Samudra (kanan) saat bersama rekannya membuat sate rembiga usai pulang kerja di AS, beberapa waktu lalu.
BUAT SATE REMBIGA: Akbar Samudra (kanan) saat bersama rekannya membuat sate rembiga usai pulang kerja di AS, beberapa waktu lalu.

Ia juga merasa menarik mengulik kehidupan sehari-hari dengan batasan tertentu, menjadikannya ide utama dalam konten-kontennya.

”Ketika konten yang dibuat sudah tertanam personal branding maka hal itu akan kuat," jelasnya. (Nurul Hidayati, Mataram/r3)

Editor : Pujo Nugroho
#akbar #Samudra #Amerika Serikat #konten kreator #Lombok