Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Amerika Larang Presiden Palestina Hadiri Sidang PBB, Tentara Israel Kian Intens Serang Gaza

Lombok Post Online • Selasa, 2 September 2025 | 15:17 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost- Pemerintah Amerika Serikat (AS), melalui Sekretaris Negara Marco Rubio telah mencabut dan menolak visa untuk Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas serta sekitar 80 pejabat Palestina menjelang Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) yang akan diadakan bulan ini.

Langkah ini merupakan pertama kalinya AS menolak seluruh delegasi asing menghadiri sidang tersebut.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa pembatasan visa dilakukan demi kepentingan keamanan nasional.

Kantor Abbas heran atas keputusan ini, dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap Perjanjian tentang Markas Besar PBB, yang seharusnya menjamin akses tokoh internasional ke markas PBB.

Beberapa pemimpin dan pemerintahan Eropa, termasuk dari Prancis, Spanyol, dan Uni Eropa, mengecam keputusan AS dan menyerukan agar keputusan tersebut ditinjau ulang.

Mereka menegaskan bahwa markas PBB merupakan zona netral untuk perdamaian dan tidak boleh dijadikan alat politik.

"Tidak bisa diterima jika delegasi Palestina atau Mahmoud Abbas tidak bisa menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. Perlindungan dan imunitasnya bersifat global dan Uni Eropa (UE) harus berada di garda terdepan dalam membelanya," kata Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares.

Ribuan Warga Gaza Terjebak

Sementara, serangan Israel di Gaza terus meningkat dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Sedikitnya 78 warga Palestina tewas, termasuk 32 orang yang sedang mencari bantuan makanan di wilayah kantong yang terkepung.

Kehancuran ini menambah panjang daftar korban sejak perang dimulai hampir dua tahun lalu.

Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Senin (1/9) Gaza kini menjadi pusat gempuran paling intensif.

Pasukan Israel melancarkan pemboman besar-besaran dan penembakan artileri tanpa henti di berbagai lingkungan, termasuk Zeitoun, Jabalia, dan Sabra.

Serangan itu mengubah kawasan padat penduduk menjadi ladang puing, menghancurkan rumah-rumah serta memaksa ribuan keluarga hidup tanpa tempat perlindungan yang aman.

Pertahanan Sipil Palestina melaporkan kebakaran besar di sekitar Rumah Sakit al-Quds akibat penembakan.

Sementara itu, serangan udara menghantam apartemen hunian di daerah Remal, menewaskan setidaknya lima orang.

Rekaman yang diverifikasi Al Jazeera menunjukkan anak-anak dan warga sipil tergeletak dengan luka serius setelah bangunan rata dengan tanah.

Militer Israel menyatakan Kota Gaza sebagai zona pertempuran dan mengerahkan robot peledak untuk menghancurkan rumah warga.

Lebih dari 80 alat peledak digunakan dalam tiga minggu terakhir, yang disebut warga sebagai kebijakan bumi hangus.

Meskipun demikian, lebih dari satu juta warga Palestina menolak tunduk pada pemindahan paksa yang dituduhkan sebagai bentuk pembersihan etnis.

Korban dari kalangan jurnalis juga terus bertambah.

Sedikitnya 247 wartawan dilaporkan tewas sejak perang dimulai, termasuk seorang jurnalis Palestina yang gugur di Kota Gaza pada Minggu.

Serangan di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, pada Senin menewaskan 21 orang, di antaranya lima wartawan, satu di antaranya bekerja untuk Al Jazeera.

KIAN GENCAR: Seorang perempuan melintas di depan gedung yang hancur akibat serangan Israel di Gaza, Jumat (29/8). Israel kian gencar menyerang Gaza di tengah upaya gecatan senjata.
KIAN GENCAR: Seorang perempuan melintas di depan gedung yang hancur akibat serangan Israel di Gaza, Jumat (29/8). Israel kian gencar menyerang Gaza di tengah upaya gecatan senjata.

Hamas melalui Brigade Qassam menyatakan berhasil menyerang kendaraan tempur Israel di Kota Gaza.

Sebuah tank Merkava dan buldoser militer menjadi sasaran peluru serta alat peledak.

Namun, di tengah perlawanan tersebut, warga sipil tetap menjadi korban utama akibat intensitas serangan udara dan darat yang meningkat setiap hari.

Kecaman global semakin meluas seiring kondisi Gaza yang menghadapi kelaparan parah.

Armada Global Sumud yang berangkat dari Barcelona mencoba menembus blokade laut Israel untuk membawa bantuan kemanusiaan.

Namun, banyak pihak menilai upaya tersebut hanya simbolis karena serangan tanpa henti Israel tetap berlangsung, menjadikan Gaza wilayah yang terus digempur tanpa jeda. (gas/JPC/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#Amerika Serikat #pbb #visa #gaza #luar negeri