Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bank Indonesia Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 4,75 Persen, Ini Alasannya

Redaksi Lombok Post • Rabu, 17 September 2025 | 23:32 WIB

UANG : Pegawai menunjukan mata uang Dolar Amerika dan Rupiah di salah satu kantor cabang bank di Jakarta, Selasa (22/7/2025). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
UANG : Pegawai menunjukan mata uang Dolar Amerika dan Rupiah di salah satu kantor cabang bank di Jakarta, Selasa (22/7/2025). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
Lomhok Post--Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,75 persen. Keputusan ini diambil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, sejalan dengan kapasitas perekonomian.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga stabilitas ekonomi. "Keputusan ini sejalan dengan upaya bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menjaga tetap rendahnya prakiraan inflasi 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen dan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya,” kata Perry Warjiyo, kemarin (17/9). 

Keputusan ini juga dilatarbelakangi oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Berbagai indikator menunjukkan melemahnya ekonomi di sebagian besar negara.

Perry memprakirakan pertumbuhan ekonomi dunia 2025 berpotensi lebih rendah dari prakiraan sebelumnya, yaitu sekitar 3 persen.

 

BI akan terus bersinergi dengan kebijakan fiskal pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Diharapkan, belanja pemerintah akan meningkat di semester II 2025, sejalan dengan implementasi proyek prioritas dan Paket Kebijakan Ekonomi 2025.

"Dengan penguatan sinergi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah, pertumbuhan ekonomi semester II 2025 diprakirakan membaik, sehingga secara keseluruhan tahun 2025 akan berada di atas titik tengah kisaran 4,6 sampai 5,4 persen,” ungkap Perry.

Keputusan BI ini disambut positif oleh pasar. Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menilai kebijakan ini mencerminkan sikap bank sentral yang akomodatif. Selain BI rate, BI juga memangkas suku bunga lending facility 25 bps menjadi 5,50 persen dan deposit facility 50 bps menjadi 3,75 persen untuk memperkuat penyaluran likuiditas ke sektor riil.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#gubernur bank indonesia #suku bunga