LombokPost - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dikabarkan akan mengumumkan pengakuan resmi negara Palestina pada akhir pekan ini.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah melakukan kunjungan ke Inggris.
Rencana Starmer itu semula dijadwalkan disampaikan di hadapan Majelis Umum PBB di New York bulan ini.
Baca Juga: PM Inggris Akui Negara Palestina, Sinyal Perubahan Sikap di Tengah Kunjungan Trump
Namun, seperti dilansir dari The Guardian, Starmer menunda pengumuman karena khawatir langkah tersebut akan mendominasi konferensi pers dengan Trump.
Pengakuan Inggris terhadap Palestina menjadi isu sensitif karena ditentang Washington.
Sejumlah negara seperti Prancis, Australia, dan Kanada, menyatakan siap mengambil sikap serupa dalam pertemuan PBB yang dimulai 23 September nanti.
Baca Juga: Serangan di Gaza Utara Tewaskan 53 Warga Palestina,Trump Utus Menlu AS Temui Netanyahu
Starmer menegaskan Inggris akan menahan diri jika Israel menunjukkan komitmen pada gencatan senjata, solusi dua negara, dan memberi akses bagi PBB untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Namun, Israel masih melanjutkan serangan darat besar-besaran di Gaza.
Wali Kota London Sadiq Khan untuk menyebut situasi di Gaza sebagai genosida.
Baca Juga: Presiden Trump Tuntut Hukuman Mati Pelaku Penembakan Charlie Kirk
Kampanye Solidaritas
Sementara itu dari Al Jazeera, demonstran memadati jalanan di London dan beberapa kota lain. Mereka menyambut Trump yang datang ke Inggris pada Rabu (17/9) dengan berunjuk rasa. Poster-poster bertuliskan "Tolak Rasisme, Tolak Trump" terlihat di Portland Place.
Unjuk rasa ini sekaligus jadi kampanye solidaritas Palestina.
Para demonstran juga mengajak warga lain untuk bergabung dengan alasan Trump adalah seorang yang rasis dan penghasut perang berbagai negara. (lyn/gas/JPG/r3)
Editor : Pujo Nugroho