LombokPost - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak para negosiator di Mesir untuk bergerak cepat dalam menuntaskan perang di Palestina.
Trump telah menyerahkan 20 poin untuk perdamaian Israel-Hamas.
Sebagian di antaranya sudah disetujui Hamas, salah satunya soal pembebasan sandera. Negosiasi di Mesir dilakukan Senin (6/10) waktu setempat.
“Pembicaraan di Mesir akan dibatasi hanya beberapa hari saja,” kata Juru bicara pemerintah Israel, Shosh Bedrosian seperti dilansir dari The Guardian.
Ini menunjukkan bahwa ada kemungkinan kesepakatan akan terjadi.
Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan, fokus utama pembicaraan adalah pembebasan 48 sandera yang masih ditahan Hamas.
Ini merupakan rencana perdamaian yang disusun Trump. Tahanan Palestina juga akan dibebaskan oleh Israel.
Dalam unggahan di media sosial Minggu malam (5/10), Trump mengatakan bahwa pekan ini harus bisa menyelesaikan diskusi tahap pertama.
Utusan Amerika Steve Witkoff, dijadwalkan bergabung dalam perundingan di Kairo bersama delegasi Israel dan Palestina.
Delegasi Hamas dipimpin oleh Wakil Kepala Biro Politik, Khalil al-Hayya.
“Pertukaran sandera dan tahanan ini akan menjadi titik awal gencatan senjata segera,” katanya.
72 Jam Harus Bebas
Berdasarkan rencana Trump, Hamas akan membebaskan semua sandera dalam 72 jam. Hamas juga mau menyerahkan kekuasaan kepada otoritas transnasional yang dipimpin Amerika dan melucuti senjata. Sebagai gantinya, Israel akan menarik pasukannya secara bertahap dan membebaskan lebih dari 1.000 tahanan Palestina. Langkah itu juga akan membuka aliran bantuan kemanusiaan dan dana rekonstruksi ke Gaza, yang kini dilanda kelaparan.
Menteri Luar Negeri Amerika Marco Rubio menyebut perundingan di Mesir sebagai kesempatan paling dekat untuk membebaskan semua sandera. Dia menekankan pentingnya menyepakati detail teknis dan logistik pertukaran tersebut.
Beberapa Poin Perdamaian Trump
-Gencatan senjata total
Semua operasi militer Israel berhenti jika proposal diterima.
-Pertukaran sandera
Hamas harus membebaskan seluruh sandera Israel, sementara Israel melepas tahanan Palestina, termasuk yang divonis seumur hidup.
-Demiliterisasi Hamas
Hamas wajib menyerahkan senjata, terowongan, dan fasilitas militernya.
-Pemerintahan Gaza baru
Kendali Gaza tidak lagi dipegang Hamas, melainkan otoritas sementara (teknokrat/internasional/Arab).
-Penarikan pasukan Israel
Dilakukan bertahap setelah syarat-syarat awal dipenuhi.
-Bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi
Jalur bantuan ke Gaza dibuka, disertai rencana pembangunan kembali.
-Amnesti terbatas
Anggota Hamas yang menyerah atau meninggalkan kekerasan mendapat amnesti atau opsi keluar dari Gaza.
-Pengawasan internasional
Negara Arab dan lembaga internasional terlibat mengawasi pelaksanaan kesepakatan.
-Politik jangka panjang
Membuka jalan ke negosiasi solusi permanen, termasuk kemungkinan solusi dua negara.
Diolah dari berbagai sumber (lyn/gas/JPG/r3)
Editor : Siti Aeny Maryam