Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Trump Serahkan 20 Poin Perdamaian Israel-Hamas, Pertukaran Sandera dan Tahanan Jadi Prioritas

Lombok Post Online • Selasa, 7 Oktober 2025 | 10:51 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak para negosiator di Mesir untuk bergerak cepat dalam menuntaskan perang di Palestina.

Trump telah menyerahkan 20 poin untuk perdamaian Israel-Hamas.

Sebagian di antaranya sudah disetujui Hamas, salah satunya soal pembebasan sandera. Negosiasi di Mesir dilakukan Senin (6/10) waktu setempat.

“Pembicaraan di Mesir akan dibatasi hanya beberapa hari saja,” kata Juru bicara pemerintah Israel, Shosh Bedrosian seperti dilansir dari The Guardian.

Ini menunjukkan bahwa ada kemungkinan kesepakatan akan terjadi.

Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan, fokus utama pembicaraan adalah pembebasan 48 sandera yang masih ditahan Hamas.

Ini merupakan rencana perdamaian yang disusun Trump. Tahanan Palestina juga akan dibebaskan oleh Israel.

Dalam unggahan di media sosial Minggu malam (5/10), Trump mengatakan bahwa pekan ini harus bisa menyelesaikan diskusi tahap pertama.

Utusan Amerika Steve Witkoff, dijadwalkan bergabung dalam perundingan di Kairo bersama delegasi Israel dan Palestina.

Delegasi Hamas dipimpin oleh Wakil Kepala Biro Politik, Khalil al-Hayya.

“Pertukaran sandera dan tahanan ini akan menjadi titik awal gencatan senjata segera,” katanya.

72 Jam Harus Bebas

Berdasarkan rencana Trump, Hamas akan membebaskan semua sandera dalam 72 jam. Hamas juga mau menyerahkan kekuasaan kepada otoritas transnasional yang dipimpin Amerika dan melucuti senjata. Sebagai gantinya, Israel akan menarik pasukannya secara bertahap dan membebaskan lebih dari 1.000 tahanan Palestina. Langkah itu juga akan membuka aliran bantuan kemanusiaan dan dana rekonstruksi ke Gaza, yang kini dilanda kelaparan. 

Menteri Luar Negeri Amerika Marco Rubio menyebut perundingan di Mesir sebagai kesempatan paling dekat untuk membebaskan semua sandera. Dia menekankan pentingnya menyepakati detail teknis dan logistik pertukaran tersebut.

KRISIS AIR BERSIH: Anak-anak duduk dengan jeriken di samping genangan air di luar tenda-tenda penampungan pengungsi di Deir el-Balah, Jalur Gaza, Senin (6/10).
KRISIS AIR BERSIH: Anak-anak duduk dengan jeriken di samping genangan air di luar tenda-tenda penampungan pengungsi di Deir el-Balah, Jalur Gaza, Senin (6/10).

Beberapa Poin Perdamaian Trump

-Gencatan senjata total

Semua operasi militer Israel berhenti jika proposal diterima.

-Pertukaran sandera

Hamas harus membebaskan seluruh sandera Israel, sementara Israel melepas tahanan Palestina, termasuk yang divonis seumur hidup.

-Demiliterisasi Hamas

Hamas wajib menyerahkan senjata, terowongan, dan fasilitas militernya.

-Pemerintahan Gaza baru

Kendali Gaza tidak lagi dipegang Hamas, melainkan otoritas sementara (teknokrat/internasional/Arab).

-Penarikan pasukan Israel

Dilakukan bertahap setelah syarat-syarat awal dipenuhi.

-Bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi

Jalur bantuan ke Gaza dibuka, disertai rencana pembangunan kembali.

-Amnesti terbatas

Anggota Hamas yang menyerah atau meninggalkan kekerasan mendapat amnesti atau opsi keluar dari Gaza.

-Pengawasan internasional

Negara Arab dan lembaga internasional terlibat mengawasi pelaksanaan kesepakatan.

-Politik jangka panjang

Membuka jalan ke negosiasi solusi permanen, termasuk kemungkinan solusi dua negara.

Diolah dari berbagai sumber (lyn/gas/JPG/r3)

Editor : Siti Aeny Maryam
#presiden #Amerika Serikat #genjatan senjata #Israel #media sosial #Delegasi #Palestina #trump